Didenda Akibat Ulah Pendukung, Barcelona Ajukan Banding

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran membawa bendera raksasa saat aksi menuntut kemerdekaan di Vilafranca del Penedes, Barcelona, Spanyol, 10 September 2015. Demonstrasi ini digelar berbarengan dengan hari nasional Catalan. David Ramos/Getty Images

    Demonstran membawa bendera raksasa saat aksi menuntut kemerdekaan di Vilafranca del Penedes, Barcelona, Spanyol, 10 September 2015. Demonstrasi ini digelar berbarengan dengan hari nasional Catalan. David Ramos/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Barcelona keberatan dengan denda Asosiasi Sepakbola Uni Eropa (UEFA) sebesar 40 ribu euro atau RP 612 juta. UEFA menjatuhkan denda itu setelah pendukung Baca mengibarkan bendera kemerdekaan Catalonia ketika mereka menjamu Bayern Leverkusen pada September 2014.

    Sebelumnya, Barca juga mendapat denda 30 ribu euro atau Rp 459 juta akibat hal serupa. Pendukung mereka mengibarkan bendera Esteladas dan menyanyikan slogak kemerdekaan pada final Liga Champions di Berlin.

    UEFA menyebutkan, Barcelona melanggar pasal 16 ayat 2 Peraturan Etika dan Disiplin. Peraturan itu melarang penggunaan gerakan, kata-kata, obyek atau sarana lainnya untuk menyampaikan pesan politik dalam pertandingan olah raga.

    Wakil Presiden Barcelona, Jordi Mestre mengatakan, Barcelona akan menggunakan berbagai cara untuk menolak sanksi UEFA. Ia bahkan bakal mengajukan banding ke Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia jika terpaksa. "Kami akan banding ke UEFA, ke pengadilan arbiterasi olah raga, jika perlu ke pengadilan Swiss, atau bahkan ke Strasbourg," ujar Mesre.

    Mestre beralasan, denda UEFA merupakan pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi."Kami akan mengikuti proses yang ditentukan UEFA. Kami tidak akan berperang. Tapi, kami membela kepentingan klub. Kami tidak akan pernah mengizinkan pembatasan terhadap kebebasan berekspresi," ujarnya.Barca selama ini turut menjadi wadah para pendukugn kemerdekakaan Catalan dari Spanyol.

    THE GUARDIAN | GURUH RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.