Rabu, 8 April 2020

PSM Makassar Dukung Polda Sulsel Bentuk Satgas Antimafia Bola

Reporter:

Didit Hariyadi (Kontributor)

Editor:

Hari Prasetyo

Selasa, 25 Februari 2020 18:10 WIB

Sejumlah pesepakbola PSM Makassar melakukan sesi latihan di lapangan Stadion Mini Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa 28 Januari 2020. Latihan tersebut sebagai persiapan tim PSM Makassar melawan tim Lalenok United pada laga Play-Off Piala AFC 2020 di Stadion Pakansari, Rabu (29/1/2020). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

TEMPO.CO, Makassar - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan akan membentuk Satgas Atimafia Bola menjelang bergulirnya Liga 1 2020. Pembentukan tersebut untuk mengantisipasi adanya pengaturan skor atau mafia bola yang akan bermain dalam kompetisi tertinggi Indonesia. Hal ini didukung PSM Makassar.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Komisaris Besar Didik Agung Widjanarko, mengatakan pembentukan Satgas Antiamafia Bola tersebut sesuai perintah Kapolri Nomor 295 tanggal 31 Januari 2020 tentang penunjukan Satgas Antimafia Bola. “Satgas ini kembali dibentuk seiring dengan Liga 1 yang akan bergulir. Jadi Polri wajib mengantisipasi adanya kecurangan,” ucap Didik, Selasa 25 Februari 2020.

Karena itu, dia berharap kehadiran satgas ini bisa membantu meningkatkan prestasi sepak bola tanah air. Selain itu, kata Didik, Satgas ini juga bisa berperan untuk meningkatkan citra sepak bola Indonesia agar lebih baik lagi. “Kita akan menerbitkan surat perintah untuk satgas kemudian melakukan rapat bersama PSM Makassar dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sulsel.”

Secara terpisah, Ketua Eksekutif PSM Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif rencana Polda Sulses membentuk Satgas Antimafia Bola, karena ini merupakan peringatan untuk meningkatkan kompetisi yang lebih berkualitas lagi.

“Artinya memperkuat Satgas sampai ke daerah bisa meningkatkan kompetisi. Kan biasa dimulai dari kompetisi yang sifatnya main-main,” kata Munafri. Oleh sebab itu, pengurus PSM Makassar ini melanjutkan, seharusnya sepak bola mulai paling rendah sampai kasta tertinggi diperketat. “Saya sepakat itu, kalau diperketat mulai dari rendah ke atas maka sepak bola kita bisa lebih baik,” ucap dia.

DIDIT HARIYADI