Kamis, 28 Mei 2020

Bos Tottenham Hotspur Potong Gaji 550 Staf, Termasuk Dirinya

Reporter:

Terjemahan

Editor:

Hari Prasetyo

Selasa, 31 Maret 2020 21:48 WIB

Daniel Levy, pengusaha asal Inggris yang memimpin Tottenham Hotspur (wikipedia)

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tottenham Hotspur, Daniel Levy, mengatakan orang-orang harus dibangunkan dengan dahsyatnya karena pandemi virus corona. Levy mengumumkan 550 staf klub yang tidak bermain akan dipotong gajinya 20%.

Levy, yang mendapatkan 7 juta pound sterling atau sekitar Rp 141,52 miliar tahun lalu, yaitu 4 juta pound ditambah 3 juta pound untuk penyelesaian pemindahan stadion Tottenham di London. Ia termasuk di antara direktur dan karyawan yang tidak bermain di klub ini, yang gajinya akan dipotong untuk April dan Mei 2020.

Tottenham, Levy melanjutkan, juga akan menggunakan skema cuti pemerintah dalam upaya untuk melindungi pekerjaan.

Advertising
Advertising

"Kejadian yang menghancurkan pada industri di banyak negara, saling ketergantungan perdagangan internasional, dan perjalanan dalam setiap aspek kehidupan kita sehari-hari baru sekarang mulai dirasakan,” katanya.

"Setiap orang di planet ini akan terpengaruh dan dalam hidup saya, saya tidak dapat memikirkan sesuatu yang begitu berdampak. Dengan lebih dari 786.000 terinfeksi, hampir 38.000 kematian. Kita perlu menyadari bahwa sepak bola tidak dapat beroperasi dalam sebuah gelembung,” bos Tottenham ini melanjutkan.

"Kami mungkin menjadi klub terbesar kedelapan di dunia berdasarkan pendapatan, menurut survei Deloitte. Tetapi, semua data historis itu sama sekali tidak relevan karena virus ini tidak memiliki batas." Levy mengatakan klub berjuluk Spurs ini akan terus meninjau posisi mereka.

"Saya tidak ragu kita akan melewati krisis ini, tetapi hidup akan membutuhkan waktu untuk kembali normal," Daniel Levy menegaskan

Sebelum Tottenham Hotspur, pada Senin lalu, Newcastle United menjadi klub Liga Primer Inggris pertama yang memberhentikan staf yang tidak bermain.

BBC | GUARDIAN | INDEPENDENT