Selasa, 27 Oktober 2020

Komentar Zlatan Ibrahimovic Usai Bawa AC Milan Kalahkan Inter Milan 2-1

Reporter:

Terjemahan

Editor:

Rina Widiastuti

Minggu, 18 Oktober 2020 13:12 WIB

Penyerang AC Milan Zlatan Ibrahimovic merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Inter Milan dalam pertandingan Liga Italia yang dimainkan di Stadion San Siro, Milan, Sabtu, 17 Oktober 2020. Kredit: ANTARA/REUTERS/DANIELE MASCOLO

TEMPO.CO, Jakarta - Zlatan Ibrahimovic menjadi pahlawan dalam kemenangan AC Milan menghadapi tuan rumah Inter Milan 2-1 pada pekan kempat Liga Italia, Sabtu, 17 Oktober. Penyerang 39 tahun itu kembali bertanding setelah menjalani karantina usai dinyatakan positif Covid-19.

Ibrahimovic menuturkan dirinya memang ngotot ingin bisa bermain saat Derby della Madonnina. Ia bersemangat untuk laga tersebut setelah menjalani isolasi selama dua pekan.

"Milan belum memenangkan derby dalam empat tahun, saya terjebak di rumah selama dua pekan, jadi saya ingin sekali dan itu terlihat," kata Ibrahimovic kepada Sky Sport Italia dikutip di Football Italia.

Advertising
Advertising

Ia menuturkan apa yang terjadi setelah dinyatakan positif Covid-19. "Saya kehilangan indra perasa saya sedikit, tapi saya melakukan swab setiap tiga hari sekali dan tidak ada yang akan menghentikan saya bermain derby."

"Saya kecewa karena penalti digagalkan, tetapi yang terpenting adalah tim menang. Saya yang tertua di skuad, saya merasakan banyak tanggung jawab dan saya suka perasaan itu, karena mereka semua mengikuti jejak saya dan sangat ingin menang."

Baca juga: Inter Milan Vs AC Milan 1-2, Stefano Pioli Puji Penampilan Zlatan Ibrahimovic

Saat ditanya, apakah dia kagum dengan penampilannya sendiri, Ibra menjawab tidak.

"Saya tahu level saya. Setelah cedera, saya pergi ke Amerika untuk merasa hidup. Saya memberi tahu Jose Mourino di Manchester United bahwa saya belum siap dan tidak ingin mengecewakan, jadi saya pergi ke Amerika."

“Mino Raiola (agennya) menyuruh saya kembali ke Eropa, mereka mengatakan kepada saya bahwa Milan membutuhkan saya, jadi saya datang," dia melanjutkan.

Pemain AC Milan Zlatan Ibrahimovic berebut bola dengan pemain Juventus Leonardo Bonucci saat bertanding Liga Italia Seri A di San Siro, Milan, Italia, 7 Juli 2020. REUTERS/Alessandro Garofalo

"Saya merasa seperti pemain yang lebih lengkap sekarang dibandingkan 10 tahun yang lalu. Jika saya memiliki tingkat kebugaran saya 10 tahun lalu, tidak ada yang akan menghentikan saya. Pikiran Anda, mereka, juga tidak bisa menghentikan saya."

“Saya berlatih keras, saya bermain dengan pengalaman dan rekan tim yang siap membantu. Saya tidak akan terima mereka melepaskan tendangan dengan mengobrol, dalam latihan ataupun pertandingan. Kamis harus selalu berlatih dengan dua ratus persen," tuturnya.

AC Milan mempunyai awal sempurna pada musim ini dengan kemenangan 100 persen dalam empat laga pembuka Liga Italia. Terkait dengan kemungkinan Milan meraih Scudetto, Ibrahimovic berkata hal itu mungkin saja.

Baca juga: Top Skor Liga Italia Setelah Ibrahimovic Borong 2 Gol Saat Milan Kalahkan Inter

"Kami menghadapi satu per satu," kata Zlatan Ibrahimovic. "Saat saya tiba, tujuannya adalah lolos ke Eropa dan kami berhasil. Saya pikir Scudetto adalah sebuah kemungkinan, karena jika Anda percaya, maka Anda bisa meraih apapun. Tapi jalannya masih panjang."

FOOTBALL ITALIA