Egy Maulana Vikri Bicara Hubungan Istimewa dengan Indra Sjafri

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Egy Maulana Vikri saat berselebrasi bersama pemain Timnas Indonesia U-19 lain. (twitter/@pssi_fai)

    Egy Maulana Vikri saat berselebrasi bersama pemain Timnas Indonesia U-19 lain. (twitter/@pssi_fai)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kiprah Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-18, di Myanmar, bulan ini, telah menghadirkan bintang baru: Egy Maulana Vikri. Kehadiran dan kecemerlangan pemain muda ini tak lepas dari peran pelatih Indra Sjafri.

    Egy sempat bicara soal relasi masa lalunya dengan Indra serta interaksi mereka di Timnas U-19 dalam wawancara dengan Tempo di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Ragunan, Jakarta Selatan, Senin, 25 September 2017.

    "Di dalam lapangan dia tegas. Dia penyemangat bagi pemain semua. Disiplinnya bagus," kata Egy saat ditanya soal Indra. 
     
    Pemain berumur 17 tahun itu juga mengatakan Indra Sjafri sebagai sosok yang jago dalam menyusun taktik. Dalam hal menganalisa permainan lawan, Indra juga punya banyak kelebihan. 

    Indra juga dikenal sebagai sosok yang dekat dengan semua pemain. Ia juga kerap memberikan motivasi bagi para pemain ketika mulai jatuh. "Kalau di timnas, dia sudah seperti sosok ayah kami para pemain," kata pemain kelahiran Medan tersebut. 

    Baca: Bintang Timnas U-19, Egy Maulana Vikri, Ingin Bermain di Klub Eropa

     
    Egy mengaku pertama kali bertemu Indra pada festival FIFA Grassroots Indonesia pada 2012 silam. Kala itu ia baru berusia 12 tahun. Indra kepincut dengan permainan Egy yang kala itu membela SSB Tasbi Medan. Namun saat itu, Indra kehilangan kontak dengan Egy. 
     
    Setahun kemudian, lewat bantuan pencari bakat Subagja Suhian, Egy kembali dipertemukan dengan Indra Sjafri. Subagja kemudian meyakinkan orang tua Egy untuk dapat memboyongnya ke Jakarta dan mengikuti seleksi Timnas Indonesia. 


     
    "Coach Indra belum tahu saya ada di mana. Pak Bagja temui saya di Medan dan cerita ke coach Indra. Pak Bagja yang membawa saya ke Jakarta dan mengikutikan saya di seleksi timnas dan memasukkan saya ke diklat Ragunan," kata Egy.
     
    Permainan Egy banyak berkembang sejak rutin berlatih di Jakarta. Polesan pelatih Diklat Ragunan serta kesempatan mengikuti banyaknya kompetisi ketat di Jakarta membuat kemampuan Egy semakin terasah. Ia pun akhirnya lolos seleksi Timnas Indonesia U-19 di bawah asuhan Indra Sjafri dan tampil di Myanmar. 
     
    Kepercayaan Indra Sjafri dibayar Egy Mualana Vikri dengan menjadi pencetak gol terbanyak di turnamen itu. Egy dimainkan di seluruh pertandingan timnas dan memborong delapan gol. Timnas Indonesia U-19 juga meraih posisi ketiga dalam turnamen level Asia Tenggara tersebut. 
     
    EGI ADYATAMA 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.