Preview Liga Champions: Spartak Moscow Vs Liverpool

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alex Oxlade-Chamberlain dan Pelatih Liverpool, Juergen Klopp. (fourfourtwo.com)

    Alex Oxlade-Chamberlain dan Pelatih Liverpool, Juergen Klopp. (fourfourtwo.com)

    TEMPO.CO, JakartaLiverpool akan menantang Spartak Moscow dalam lanjutan penyisihan Grup E Liga Champions musim 2017/2018 di Stadion Otkrytiye Arena, Moskow, Rabu dinihari. Kemenangan menjadi target utama The Reds dalam laga itu, yang akan berlangsung mulai 01.45 WIB.

    Jika menang, Liverpool membuka peluang lebar untuk menjadi pemuncak di Grup E. Sebab, empat tim yang menghuni grup tersebut--Liverpool, Spartak, Sevilla, dan Maribor-sama-sama menuai hasil imbang dalam laga pertama, dua pekan lalu.

    Liverpool kala itu harus berbagi satu poin dengan Sevilla setelah seri 2-2 di Stadion Anfield, 14 September lalu. Sedangkan Spartak dan Maribor bermain imbang 0-0 pada saat yang bersamaan.

    Namun skuad The Reds punya bekal bagus sebelum bertandang ke Moskow. Kemenangan 3-2 atas Leicester City, Sabtu pekan lalu, masih terasa manis bagi Philippe Coutinho dan kawan-kawan. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi ajang balas dendam terhadap The Foxes yang menyingkirkan Liverpool di Piala Liga Inggris, Rabu pekan lalu.

    Duel Spartak versus Liverpool membangkitkan kenangan 15 tahun silam saat terakhir kali kedua tim bertemu di Liga Champions. Kala itu Liverpool menang 5-0 di Anfield. Tapi, saat bertandang ke Stadion Otkrytiye Arena, giliran Liverpool yang kalah 1-3.

    Hasil tak sedap 15 tahun silam itu tentu akan membuat tim dan fan Liverpool deg-degan. Sebab, Liverpool punya catatan jelek ketika menjalani laga tandang dalam kompetisi Eropa, seperti Liga Champions dan Liga Europa. Sebagai buktinya, dari 15 kali bertamu ke kandang lawan, mereka hanya mampu menang dua kali.

    Kekhawatiran tersebut semakin menjadi saat melihat penampilan lini belakang Liverpool yang rapuh. Betapa tidak, selama enam pekan Liga Primer Inggris, The Reds sudah kebobolan 11 gol dan membuat mereka ada di posisi keempat tim terbanyak kebobolan.

    Sebagai perbandingan, tim elite Inggris lain, seperti Manchester City dan Manchester United, baru kebobolan dua kali. Sedangkan Chelsea dan Tottenham Hotspur kemasukan masing-masing lima gol.

    Lemahnya lini pertahanan Liverpool bahkan sudah jadi bahan olok-olok publik sepak bola Inggris dan dunia. Mereka membandingkan lini serang Liverpool yang tajam dan menjanjikan tak sepadan dengan lini belakang yang lebih mirip gerombolan badut sirkus.

    Manajer Liverpool, Juergen Klopp, pun menyadari kondisi tersebut. Dia bahkan tak tahu apa yang sebenarnya terjadi di lini pertahanan timnya.

    "Saya pelatih yang terkenal punya pertahanan sangat rapat. Tapi kondisi di tim saat ini sungguh jauh dari prestasi saya," kata Klopp.

    Pelatih berusia 50 tahun asal Jerman itu tak menyerah untuk putar otak mempertebal barisan pertahanan Liverpool. Klopp berpikir positif dan menganggap hasil buruk ini menjadi motivasi untuk berbenah.

    "Saya akui kalah 0-5 oleh Manchester City merupakan tamparan paling menyakitkan buat kami. Tapi kami sadar tak boleh menyerah. Ingat, tim kami belum sampai jatuh tersungkur di lantai. Kami masih bisa bangkit dan mempertontonkan apa itu sepak bola indah," kata Klopp.

    Lantaran jadwal padat, ada kemungkinan Klopp akan merotasi sejumlah pemain Liverpool dalam laga Liga Champions ini. Bahkan besar kemungkinan Klopp akan merotasi empat juru gedor andalannya, yakni Coutinho, Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah. "Besar kemungkinan saya akan turunkan Daniel Sturridge," kata Klopp.

    SKY SPORTS | LIVERPOOL ECHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.