Kisah Fellaini Mendadak Jadi Pemain Penting Manchester United

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Manchester United Marouane Fellaini, melakukan selebrasi bersama rekan setimnya setelah mencetak gol ke gawang Base  pada pertandingan Grup A Liga Champions di ld Trafford, Manchester, 13 September 2017. AP/Frank Augstein

    Gelandang Manchester United Marouane Fellaini, melakukan selebrasi bersama rekan setimnya setelah mencetak gol ke gawang Base pada pertandingan Grup A Liga Champions di ld Trafford, Manchester, 13 September 2017. AP/Frank Augstein

    TEMPO.CO, JakartaMarouane Fellaini mendadak muncul sebagai pemain penting bagi Manchester United. Hal itu jadi fenomena menarik karena di musim-musim sebelumnya, ia terus terpinggirkan bahkan nyaris hengkang karena putus asa.

    Peran penting Fellaini terlihat saat Manchester United mengalahkan Crystal Palace 4-0 dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu malam. Gelandang Belgia berambut kribo itu memborong dua gol.

    Itu jadi gol ketiganya di Liga Inggris musim ini, yang membuatnya mampu melewati torehan gol di dua musim sebelumnya. Sebelum Jose Mourinho datang, pemain 29 tahun ini memang seperti jadi sosok frustrasi. Ia kerap diejek suporter, bahkan sempat disebut-sebut akan pindah ke Galatasaray.

    Kini, meski lebih sedikit mendapat sorotan ketimbang pemain dengan nama besar, seperti Paul Pogba dan Romelu Lukaku, ia terus menunjukkan peran pentingnya untuk MU. Lalu, apa yang membuatnya mendadak jadi figur penting?

    "Saya selalu mempercayainya sejak hari pertama," kata Mourinho kepada BBC. "Saya selalu mencoba untuk memberinya kepercayaan diri dan menunjukkan kepadanya betapa baiknya dia bagi tim: jadi starter, masuk sebagai pemain pengganti, bermain menyerang, bermain bertahan. Saya selalu berusaha menunjukkan betapa pentingnya dia bagi saya."

    Ia menilai, Fellaini sebelumnya kesulitan menempatkan diri karena merasa tak diberi kepercayaan."Dia mengalami masa-masa sulit ketika orang tidak mengenali kualitasnya, ketika manajer lain tidak terlalu menyukai kualitasnya," kata Mourinho.

    Maurinho melanjutkan, "Dia harus menjadi karakter yang kuat. Dia adalah seorang pejuang, pria dengan banyak kebanggaan, dan saya sangat senang saya membantunya mencapai tingkat ini dan mengubah persepsi penggemar tentangnya. Saya sangat bahagia untuknya."

    Mourinho mengakui, performa pemain tergantung kecocokan dengan pelatih. "Saya pikir Marouane memiliki kualitas penting dan saya mencoba menggunakannya sesuai situasi dan kebutuhan tim," kata dia.

    Ia senang karena bisa menempatkan pemain ini di banyak posisi. "Dia bermain bagi saya sebagai gelandang bertahan, sebagai penyerang, sebagai satu dari dua gelandang. Dia adalah pemain tim, punya karakter hebat. Kami memiliki hubungan yang baik dan semuanya berjalan baik di antara kita," kata Mourinho.

    Dua gol Fellaini ke gawang Palace ikut mengantar Manchester United mempertahankan posisi kedua klasemen dengan nilai sama dengan Manchester City yang ada di urutan pertama.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.