Bayern Munchen Tunjuk Jupp Heynckes Untuk Gantikan Ancelotti

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jupp Heynckes merayakan kemenangan Bayern pada final Liga Champions di stadion Wembley, London (25/5).             REUTERS/Stefan Wermuth

    Jupp Heynckes merayakan kemenangan Bayern pada final Liga Champions di stadion Wembley, London (25/5). REUTERS/Stefan Wermuth

    TEMPO.CO, Jakarta - Bayern Munchen kembali menunjuk Jupp Heynckes sebagai pelatih untuk menggantikan Carlo Ancelotti yang dipecat pekan lalu. Heynckes adalah pelatih yang membawa Bayern Munchen terakhir kali menjuarai Liga Champions pada 2013.

    Media Jerman, Bild, menyebutkan bahwa Bayern berhasil membujuk Heynckes untuk kembali ke lapangan setelah memutuskan pensiun 2013 lalu. Heynckes pensiun setelah membawa Bayern Munchen meraih tiga gelar dalam satu musim.

    Pria berusia 72 tahun itu dianggap sebagai sosok yang tepat untuk mengembalikan moral para pemain Munchen yang tengah remuk redam di awal musim ini. Penyebabnya tak lain performa buruk yang mereka tunjukan baik di kompetisi domestik maupun di kompetisi Eropa.

    Di Liga Jerman, Munchen tak meraih satu pun kemenangan dalam 3 laga terakhir. Hal itu membuat mereka kini berada di posisi kedua klasemen dengan 14 angka atau tertinggal 5 angka dari Borussia Dortmund yang memuncaki klasemen.

    Di Liga Champions, Munchen yang pekan lalu dibungkam PSG juga hanya menempati posisi kedua di klasemen Grup B.

    Selain Heynckes, sebelumnya Munchen disebut membidik eks Pelatih Borussia Dortmund, Thomas Thucell. Namun proses negosiasi dengan Thucell dianggap terlalu lama sehingga mereka mengalihkan perhatian kepada Heynckes.

    Namun Heynckes kabarnya hanya akan menangani Bayern Munchen hingga akhir musim ini saja. Meskipun demikian, belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.