Ditahan Peru, Argentina Terancam Tak Lolos ke Piala Dunia 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Striker Argentina Lionel Messi mencoba melewati sejumlah pemain Venezuela saat bertanding dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona CONMEBOL di Monumental stadium, Buenos Aires, Argentina, 5 September 2017. AP Photo

    Striker Argentina Lionel Messi mencoba melewati sejumlah pemain Venezuela saat bertanding dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona CONMEBOL di Monumental stadium, Buenos Aires, Argentina, 5 September 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Timnas Argentina dalam kondisi kritis dan terancam tak lolos ke Piala Dunia 2018. Hasil imbang 0-0 melawan Peru di La Bombonera, Buenos Aires, Jumat pagi, 6 Oktober 2017, membuat tim itu terlempar dari posisi lima besar.

    Argentina sebenarnya tampil dominan dan menguasai bola hingga 66 persen. Sebanyak 13 tembakan tim itu lepaskan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang lawan. Tapi tak satu pun berbuah gol. Tembakan Lionel Messi sempat mengenai gawang lawan.

    Kegagalan mengalahkan Peru membuat Argentina gagal meraih kemenangan untuk tiga laga terakhir secara beruntun. Kini tim tersebut terlempar dari zona putaran final.

    Tim asuhan Jorge Sampaoli itu melorot ke urutan keenam dengan 25 poin dari 17 laga. Argentina kalah produktivitas gol oleh Peru, yang berada di posisi kelima.

    Cile naik ke posisi ketiga setelah mengalahkan Ekuador 1-0. Tim itu mengemas nilai sama dengan Kolombia yang turun ke urutan keempat.

    Nantinya, hanya tim empat besar yang langsung lolos ke putaran final. Tim urutan kelima harus menjalani play-off melawan tim dari zona Oceania.

    Timnas Argentina akan menjalani partai tandang ke Ekuador dalam laga terakhirnya pada 11 Oktober 2017. Tim itu masih mungkin lolos karena Peru dan Kolombia akan saling berhadapan pada laga lain.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.