Piala Dunia 2018: Tiga Negara Ini Bikin Pelatih Prancis Silau

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Didier Deschamps. REUTERS/Stephane Mahe

    Didier Deschamps. REUTERS/Stephane Mahe

    TEMPO.CO, JakartaPrancis lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 dengan mengalahkan Belarusia 2-1 di Stade de France, Rabu dinihari WIB.

    Namun pelatih Didier Deschamps belum puas melihat tampilan Prancis di laga itu. Menurutnya, mereka harus lebih mampu mengendalikan permainan jika juara di Rusia.

    Les Bleus yang diangkat oleh dua gol Antoine Griezmann dan Olivier Giroud pada babak pertama, tampil menurun pada babak selanjutnya. Belarusia pun bisa mencetak gol dan nyaris menciptakan gol keduanya lewat serangan balik.

    "Kami melakukan beberapa hal dengan baik sekali, tapi ada hal yang tidak benar-benar kami kendalikan," kata Deschamps dalam jumpa pers. "Kami tak bisa menguasai situasi sepanjang pertandingan dan kami tak berhasil mengendalikan permainan sepanjang kampanye kualifikasi."

    Karena itu, Deschamps menilai timnya tidak pantas menjadi salah satu favorit di Rusia tahun depan. "Kami memiliki banyak ambisi tapi jika kami melihat negara lain, ada dua negara di Eropa (Portugal, Jerman) yang berada di depan kami, dan satu di Amerika Selatan (Brasil)," kata pelatih yang menjadi kapten Les Bleus saat menjadi juara dunia pada 1998.

    Pria berusia 48 tahun itu mengharapkan performa timnya meningkat setelah memuncaki Grup A dengan 24 poin. "Kami tidak benar-benar mengancam lawan-lawan kami. Adalah penting bagi kami untuk belajar melakukan itu," kata dia dia.

    Pada laga kualifikasi Piala Dunia 2018 terakhirnya itu, Deschamps bereksperimen dengan berbagai line-up berorientasi menyerang di mana Kylian Mbappe, Griezmann, Giroud, Alexandre Lacazette dan lainnya berjuang berebut masuk starting eleven.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.