Sabtu, 24 Februari 2018

Lolos ke Piala Dunia 2018, Panama Umumkan Hari Libur Nasional

Reporter:

Tempo.co

Editor:

Nurdin Saleh

Kamis, 12 Oktober 2017 11:51 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lolos ke Piala Dunia 2018, Panama Umumkan Hari Libur Nasional

    Pemain timnas Panama Roman Torres merayakan kemenangan timnya usai kalahkan Costa Rica di Kualifikasi Piala Dunia di Panama, 10 Oktober 2017. Lolos ke Piala Dunia menjadi keberhasilan Panama untuk kali pertama berlaga di pentas Dunia setelah berusaha selama 40 tahun lamanya. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Panama sukses membuat sejarah baru dalam dunia sepak bola dengan lolos ke Piala Dunia 2018 setelah menumbangkan Kosta Rika 2-1. Untuk merayakan keberhasilan itu, Presiden Panama mengumumkan hari libur nasional bagi semua rakyatnya.

    Panama harus bersusah payah mengalahkan Kosta Rika pada Rabu pagi WIB, 11 Oktober 2017. Sempat tertinggal lewat gol Johan Venegas, Panama sukses membalikkan keadaan lewat dua gol yang diciptakan Gabriel Torres dan Roman Torres.

    Pada laga lain, Honduras menang melawan Meksiko 3-2. Amerika Serikat harus gagal tampil di Rusia setelah dikalahkan Trinidad dan Tobago 1-2.

    Hasil ini membuat Panama maju ke putaran final, sedangkan kemenangan Honduras mengantarkan mereka ke babak play-off melawan Australia. Adapun Amerika gagal lolos ke Rusia.

    Presiden Juan Carlos Valera membuat kebijakan untuk merayakan momen bersejarah itu. "Suara rakyat telah didengar, rayakanlah hari bersejarah ini untuk Panama. Besok (Rabu) adalah hari libur nasional," kata Valera dalam akun Twitter-nya, @JC_Varela

    "Ini adalah hari yang bersejarah bagi negara ini. Besok adalah hari libur juga bagi pekerja sektor publik dan swasta," kata Presiden Panama itu. "Pada hari libur nasional ini, sekolah negeri dan swasta diliburkan untuk merayakannya bersama dengan keluarga."

    SOCCER WAY | RAMADHAN L.Q.

    Simak video Panama:



     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.