Sabtu, 24 Februari 2018

Manchester United Akan Sodorkan Kontrak Baru ke Jose Mourinho

Reporter:

Terjemahan

Editor:

Febriyan

Kamis, 12 Oktober 2017 12:59 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manchester United Akan Sodorkan Kontrak Baru ke Jose Mourinho

    Pelatih Manchester United, Jose Mourinho kecewa pada permainan anak didiknya saat bertanding melawan Real Madrid dalam final Super Cup di Skopje, Macedonia, 8 Agustus 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Jose Mourinho akan segera mendapatkan kontrak baru dari Manchester United. Hasil kerja pria asal Portugal itu disebut membuat petinggi Setan Merah puas.

    Media Inggris The Sun mengatakan sumber mereka di lingkaran dalam Manchester United membocorkan rencana pemberian kontrak baru kepada Mourinho itu. Para petinggi Manchester United kabarnya puas dengan performa skuad asuhan Mourinho yang berhasil memboyong gelar juara Liga Europa dan Piala Liga musim lalu.

    Mereka juga puas dengan performa United di awal musim ini yang berhasil menduduki puncak klasemen Liga Inggris. Selain itu, Manchester United melaju mulus di babak penyisihan Liga Champions.

    Dalam kontrak barunya itu, Mourinho disebut akan diikat selama lima tahun. Kontrak Mourinho sendiri masih tersisa dua tahun lagi.

    Soal bayaran, kabarnya tak akan ada perubahan dari gaji Mourinho saat ini. Dia merupakan manajer dengan bayaran tertinggi di dunia bersama dengan rivalnya di Manchester City, Pep Guardiola. Keduanya mendapatkan bayaran 250 ribu pound sterling atau sekitar Rp 4,476 miliar per pekan.

    Meskipun tak mendapatkan tambahan gaji, Jose Mourinho dikabarkan akan mendapatkan bonus yang lebih besar. Bonus itu tentu saja baru akan cair jika Manchester United berhasil meraih gelar juara di kompetisi yang mereka ikuti.

    THE SUN | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.