Presiden AFC Kirimkan Ucapan Duka Cita untuk Choirul Huda

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persela Lamongan memensiunkan nomor punggung 1 setelah Choirul Huda meninggal. (perselafootball.com)

    Persela Lamongan memensiunkan nomor punggung 1 setelah Choirul Huda meninggal. (perselafootball.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheik Salman bin Ebrahim Al Khalifa, mengirimkan ucapan duka cita atas meninggalnya kiper Persela, Choirul Huda. Ucapan duka cita tersebut disampaikan melalui Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.

    “Atas nama keluarga besar sepak bola Asia, tolong sampaikan rasa duka cita kami yang mendalam atas kepergian dia, kepada keluarga, kerabat, serta klub. Mereka tentu sedang mengalami saat-saat yang sulit,” kata Sheik Salman.

    Baca: Media Inggris Sejajarkan Loyalitas Choirul Huda dengan Iniesta

    Selain dari Presiden AFC, ungkapan duka cita atas kepergian Huda juga datang dari beberapa pesepak bola dunia. Di antara para pesepak bola dunia yang menyampaikan duka cita adalah Paul Pogba (gelandang Manchester United), Peter Chech (kiper Arsenal), dan Marc-Andre ter Stegen (kiper Barcelona).

    Berita Huda meninggal juga muncul di banyak media internasional. The Sun, media dari Inggris, bahkan menyejajarkan Huda dengan Andres Iniesta dari sisi loyalitas. Huda selama 18 tahun berkarier sebagai pesepak bola, tidak pernah pindah dari Persela Lamongan.

    Baca: 3 Pemain Ini Selamat Meski Alami Benturan Seperti Choirul Huda

    Demikian juga dengan Iniesta, yang tak pernah hengkang dari Barcelona sejak menjadi pemain profesional di sana pada tahun 2001.

    Choirul Huda meninggal di RSUD dr Soegiri Lamongan, setelah menderita cedera akibat berbenturan dengan rekannya sendiri, Ramon Rodrigues, dalam laga Persela vs Semen Padang di Stadion Surajaya Lamongan, Minggu 15 Oktober 2017.

    AFC 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.