Conte pada Mourinho: Pikirkan Saja Timmu Sendiri

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manager Manchester United Jose Mourinho dan Manager Chelsea Antonio Conte. REUTERS

    Manager Manchester United Jose Mourinho dan Manager Chelsea Antonio Conte. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Chelsea, Antonio Conte, berkomentar pedas pada Jose Mourinho, yang dianggap menyindir dan ikut campur urusannya. Hal itu ia sampaikan setelah timnya ditahan AS Roma 3-3 dalam pertandingan Liga Champions di Stamford Bridge, Kamis dinihari WIB.

    Reaksi Conte itu muncul dalam konferesi pers seusai pertandingan. Kala itu, wartawan bertanya tanggapan pelatih Italia itu tentang omongan Mourinho terkait cedera pemain setelah Manchester United mengalahkan Benfica 1-0.

    Mourinho sempat mencela sikap pelatih lain yang mengeluh soal cedera pamain. "Saya tidak pernah berbicara tentang cedera," kata Mourinho seusai laga di kandang Benfica. "Manajer lain, mereka mengeluh, mereka menangis, saat pemain cedera."

    Apakah Conte merasa komentar itu ditujukan padanya, mengingat ia sempat mengeluh soal cedera pemain sebelum melawan AS Roma?

    Conte menjawab begini. "Jika dia berbicara tentang saya, saya pikir dia harus memikirkan timnya sendiri dan mulai melihat dirinya sendiri, bukan yang lain."

    Mourinho adalah mantan pelatih Chelsea. Conte melihat, pelatih asal Portugal itu terus penasaran melihat yang terjadi di klub lamanya itu. "Saya berpikir Mourinho menghabiskan banyak waktu melihat apa yang telah terjadi di Chelsea. Termasuk di musim lalu," kata dia. "Dia harusnya memikirkan timnya sendiri."

    Conte kehilangan N'Golo Kante, Danny Drinkwater, dan Victor Moses sebelum melawan AS Roma. David Luiz dan Tiemoue Bakayoko juga mengalami cedera di pertandingan itu.

    SOCCERWAY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.