Indra Sjafri Bicara Soal Timnas Indonesia U-19 & Andri Syahputra

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas Sepakbola Indonesia, Indra Sjafri, 17 Oktober 2017. TEMPO/Ilham Fikri

    Pelatih Timnas Sepakbola Indonesia, Indra Sjafri, 17 Oktober 2017. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Indra Sjafri berbicara soal kriteria pemain yang layak memperkuat Timnas Indonesia U-19 saat ditemui Tempo dilokasi training camp di Cikarang, Bekasi, Selasa 17 Oktober lalu.

    Menurut dia, ada empat kriteria yang harus dipenuhi setiap pemain, yaitu: Kemampuan mengolah bola, pemahaman taktik, kekuatan fisik serta mental. Dia pun tak silau dengan pemain Indonesia yang berlatih di luar negeri seperti Andri Syahputra.

    Berikut petikan wawancaranya bersama dua jurnalis Tempo, Egi Adyatama dan Febriyan:

    Tempo (T): Ada kemungkinan memanggil pemain Indonesia yang diluar negeri seperti Andri Syahputra?

    Indra Sjafri (IS): Nggak mau. Apalagi pemain luar negeri yang tidak jelas. Nggak akan saya pilih. Dan saya sudah buktikan itu. Yang terpenting itu empat kriteria yang saya katakan: Skill, taktik, fisik, mental. Mau dari Minang, atau dari daerah manapun buat saya itu tak jadi kriteria.  Saya tak bisa dipengaruhi siapapun. Yang bisa pengaruhi saya hanya staf saya.

    Saya hanya memberikan kesempatan untuk anak Indonesia, ber-KTP Indonesia. Yang bermain di luar negeri dan saya sudah panggil itu semua. Nyatanya, pemain-pemain yang tak berlatih di dalam negeri lebih bagus daripada pemain yang berlatih di luar negeri.

    Dari 16 pemain yang saya panggil hanya dua yang lolos: Abimanyu dan Samuel. Keduanya ada di skuad hingga saat ini. Kalau berlatih di luar dan bagus saya ambil.

    Soal kriteria pemain saya nggak akan bisa dipengaruhi siapapun. Berhenti pun saya mau kalau saya hanya memenuhi syahwat orang lain. Saya nggak akan lakukan. Karena saya sangat sayang pada bangsa saya.  Tidak mungkin orang yang tak pantas saya masukin.  Satu saya dosa, kedua kasian.  Terlalu lama kita melakukan hal begitu.

    T : Andri Syahpurta, ada kesempatan dia masuk Timnas Indonesia U-19 lagi?

    IS : Saya kan sudah kasih dia kesempatan, tetapi dia tidak mau. Dia sudah bersikap, saya juga punya sikap. Boleh kan.

    T: Bagaimana anda mengetahui pemain memiliki 4 kriteria tadi?

    IS: Sebenarnya dengan ilmu yang ada, parameternya ada sekarang sehingga lebih mudah. Lihat mental pemain bagus ada psikotest, lihat intelegensia ada test IQ, skill individu kita lihat cara dia bermain, kalau kurang valid ya kami ukur. Fisik, kita bisa lakukan tes fisik.

    Jadi saya bekerja sebagaimana yang harus dikerjakan. Kalau tidak mampu sendiri ya saya libatkan orang lain. Asisten saya ada 14 orang. Ada yang lulusan S2, S1. Kami libatkan juga orang-orang yang paham sport science. Ahli nutrisi juga kami libatkan.

    Kita tidak bisa lagi mengelola sepakbola secara tradisonal. Saya bekerja tak sendiri, jadi ini adalah kerja tim. Saya decision maker-nya, motornya. Saya nggak hebat. Saya hanya ngumpulin orang-orang hebat, saya atur untuk satu tujuan. Mencari pemain yang hebat.

    T: Semua pemain yang ikut seleksi Timnas Indonesia U-19 menjalani 4 tes itu sejak awal?

    IS: Tidak juga. Kalau kemarin ini kan saya cari pemain lebih mudah, jadi saya datang ke daerah pengurus di daerah itu sudah menyiapkan para pemain yang mereka saring. Jadi saya lebih mudah melakukan pencariannya.

    Kami kemarin mulai melakukan seleksi di tingkat regional. Setelah itu di tingkat nasional baru kami tes lagi semuanya. Fisik kami tes, semua kami tes. Supaya lebih valid. Takut kadang-kladang mereka hanya bagus sesaat.

    Scouting yang paling bagus itu bukan seperti yang kami lakukan seperti ini. Scouting yang paling bagus ya lewat kompetisi. Dia main hari ini bagus. Besok minggu depan main juga bagus. Besok lagi bagus. Enam bulan dia berkompetisii dia main bagus, berarti dia memang pemain bagus.

    Error-nya pasti rendah. Dan waktu tak terlalu banyak terpakai. Tapi kalau milih dengan cara scouting seperti saat ini, error-nya masih tinggi. Makanya pemain kemarin masih banyak yang keluar masuk. Sekarang baru agak terkunci setelah nemu yang 23 pemain ini. Bisa saja nanti dr kompetisi Liga U-19 ini muncul satu pemain yang bagus. Tak menutup kemungkinan masuk ke skuad timnas.

    Baca juga seri lain dari wawancara eksklusif Tempo bersama Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.