PSSI Luncurkan Buku Filosofi Sepak Bola Indonesia pada 9 November

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Timnas Indonesia U-19 saat berlatih. (twitter/@pssi_fai)

    Para pemain Timnas Indonesia U-19 saat berlatih. (twitter/@pssi_fai)

    TEMPO.CO, Jakarta - Buku filosofi sepak bola Indonesia berisi kurikulum pembinaan sepak bola nasional akan diluncurkan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada Kamis, 9 November 2017.

    Dalam keterangannta PSSI menyatakan bahwa peluncuran buku itu dilakukan di Kantor PSSI, Kuningan, Jakarta, dan acaranya akan dirangkai dengan lokakarya dengan peserta 50 pelatih sekolah sepak bola.

    "Khalayak umum nantinya bisa mendapatkannya secara gratis dalam versi buku elektronik melalui situs PSSI," demikian keterangan PSSI, Jumat.

    Direktur Teknik PSSI Danurwindo menyatakan bahwa buku itu nantinya menjadi panutan bagi pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia. 

    Danurwindo berharap buku ini menjadi "napas" pelatihan pesepak bola sejak usia dini, meski menurutnya semua proses membentuk gaya sepak bola ala Indonesia tidak mudah dan memerlukan proses yang sistematis, berjenjang dan berkesinambungan.

    PSSI sendiri membuat kata "filanesia" sebagai akronim dari filosofi sepak bola Indonesia. Filosofi ini dicita-citakan bisa menjawab beragam pertanyaan mengenai konsep sepak bola nasional misalnya tentang bagaimana cara bertanding sepak bola ala Indonesia.

    "Saya ingin kurikulum ini dapat disambut dan diterapkan seluas-luasnya di Indonesia," kata Danurwindo.

    Usai buku filanesia itu diluncurkan, PSSI akan segera memasukkan filanesia sebagai materi kursus kepelatihan D nasional meski sejak awal tahun 2017 materi ini sudah diselipkan di kursus-kursus kepelatihan.

    PSSI pun menargetkan ratusan pelatih yang sudah mengikuti kursus dan berlisensi bisa menjadi duta filanesia dan mewujudkannya di tim binaan mereka. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.