Terens Puhiri, Ditinggal Ayah Hingga Memulung Untuk Beli Bola

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Borneo FC Terens Puhiri. (Dok Borneo FC)

    Pemain Borneo FC Terens Puhiri. (Dok Borneo FC)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Perjalanan hidup penyerang Borneo FC, Terens Puhiri, sangat berliku-liku. Sebelum namanya tenar karena gol menakjubkan ke gawang Mitra Kukar Senin lalu, Terens ternyata menyimpan cerita hidup yang cukup pahit.

    Ibunda Terens, Marince Fonataba, beberapa waktu lalu sempat bercerita soal masa kecil pemain berusia 21 tahun itu. Marince mengatakan bahwa Terens sejak kecil telah ditinggal oleh ayahnya, Ricky Nelson Puhiri. Marince pun bekerja membanting tulang untuk membiayai Terens dan kedua saudaranya.

    Mama Fonataba, begitu sapaannya sehari-hari, saat itu terpaksa bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Mereka tinggal di rumah milik seseorang di komplek perumahan Bhayangkara, Jayapura.

    Sejak kecil, kemauan Terens bermain sepak bola memang sudah sangat besar. Namun, sang ibu tak mampu banyak mendukungnya.

    “Bola kaki barang mahal yang tak bisa mama beli," tutur Mama Fonataba kepada Dominggus Arnold Mampioper dari jubi.com

    Mengetahui kondisi keluarganya yang serba sulit, Terens pun tak banyak menuntut. Demi mewujudkan keinginannya untuk membeli bola, Terense kecil memunguti kaleng bekas minuman ringan untuk dijual.

    "Waktu itu kami tinggal di Argapura dan hampir setiap hari Terens bersama teman-temannya selalu bermain bola,” paparnya.

    Bakat Terens mulai terasah ketika dia masuk SSB Numbay Star pada 2007. Sempat gagal dalam seleksi setahun sebelumnya karena dianggap terlalu pendek, Terens berhasil masuk dan membawa Numbay Star menjuarai Liga Danone wilayah Papua tahun 2008.

    Mereka pun sempat berangkat ke Jakarta untuk mengikuti putaran final namun langkah Numbay Star terhenti di babak semi final. Meskipun demikian, Terens terpilih menjadi pemain terbaik dan top skor dengan torehan 5 gol.

    Selama di Numbay Star, Terens mendapat banyak bantuan dari Jansen Monim yang tak lain adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Papua dan Penasihat serta Pembina Numbay Star saat itu. Terens sempat dibiayai bersekolah di Jakarta.

    Di Jakarta, Terens bahkan sempat ikut seleksi Timnas Indonesia U-16 pada 2011. Namanya mulai meroket dan di lirik berbagai klub Indonesia saat itu. Namun Terens akhirnya memilih bergabung dengan Persisam Putra Samarinda U-21 pada 2013.

    Setahun berselang dia Terens Puhiri pun langsung diikat oleh Pusamania Borneo FC. Tak tanggung-tanggung, mereka langsung mengontrak anak kedua dari 3 bersaudara itu selama 5 tahun. Hingga kini Terens pun masih berseragam Borneo FC.

    DOMINGGUS ARNOLD MAMPIOPER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.