Bhayangkara FC Tekuk Persela 3-1, Ini Kata Pelatih Kedua Tim

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Bhayangkara FC Ilija Spasojevic. ANTARA

    Pesepak bola Bhayangkara FC Ilija Spasojevic. ANTARA

    TEMPO.CO, Bekasi - Bhayangkara FC kembali ke puncak klasemen sementara setelah menekuk Persela Lamongan dengan skor 3-1 dalam laga lanjutan Liga 1, Jumat malam, 27 Oktober 2017.

    Gol-gol The Guardian dicetak Ilija Spasojevic pada menit ke-27, Otavio Dutra menit ke-52, dan Guy Junior menit ke 90+1 (penalti). Sedangkan gol Persela dicetak Samsul Arip (penalti).

    Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya, karena bisa menang dalam pertandingan tersebut. "Saya suka permainan anak-anak, penguasaan dan penjagaan bola cukup bagus," kata Simon seusai pertandingan.

    Ia mengatakan tim tamu juga tampil cukup bagus, sehingga anak asuhnya sempat mengalami kesulitan. Bahkan, kata dia, perlawanan Persela juga cukup merepotkan barisan belakang Bhayangkara FC. "Satu gol yang tercipta karena kesalahan sendiri, itu membuat saya kecewa," kata pelatih asal Skotlandia tersebut.

    Pemain belakang Bhayangkara FC, Dany Saputra, mengaku bersyukur atas hasil itu. Sebab, dengan tambahan tiga poin di kandang, timnya kembali ke peringkat pertama klasemen sementara. "Mudah-mudahan sisa tiga pertandingan kami dapat poin maksimal dan bisa juara," katanya.

    Pelatih Persela, Aji Santoso, mengatakan pertandingan melawan Bhayangkara FC cukup menarik. Bahkan anak asuhnya terus menekan sampai tim tuan rumah panik setelah mereka memperkecil kedudukan menjadi 2-1. "Sayang, di menit akhir kami kebobolan, sehingga perjuangan anak-anak kemudian menurun," tutur Aji.

    Dari hasil ini, Bhayangkara FC menduduki puncak klasemen sementara dengan poin 62 dari 31 pertandingan. Sedangkan Persela turun ke peringkat ke-12 dengan poin 39.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.