Hadapi Kor-Sel, Ujian Bagi Lini Pertahanan Timnas Indonesia U-19

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Timnas Indonesia U-19 saat merayakan gol. (twitter/@AFFPresse)

    Para pemain Timnas Indonesia U-19 saat merayakan gol. (twitter/@AFFPresse)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tantangan berat menanti Timnas Indonesia U-19 pada laga kualifikasi Piala Asia U-19 melawan Korea Selatan, Sabtu besok. Korea Selatan bisa dibilang sebagai lawan paling berat di ajang ini.

    Korea Selatan sendiri telah menjalani persiapan yang sangat matang untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia U-19 tahun ini. Mereka sempat melakukan pemusatan latihan di Spanyol dan melawan sejumlah klub besar di Negeri Matador.

    Lini serang Korea Selatan terbukti sangat tajam. Pada laga melawan Brunei, Skuad Negeri Ginseng mampu mencetak 11 gol tanpa balas. Bandingkan dengan Indonesia yang hanya menang 5-0.

    Ketajaman lini serang Korea Selatan itu merupakan ujian bagi lini belakang Timnas Indonesia U-19 yang dikomandoi oleh Kapten Rahmat Irianto. Maklum, pada dua laga awal tak ada ujian berarti bagi lini belakang Skuad Garuda Nusantara.

    Dua bek sayap Indonesia, Rifad Marasabessy dan Firza Andhika harus bermain disiplin menjaga areanya. Pasalnya Korea Selatan memiliki dua pemain sayap yang berbahaya. Pergerakan Lee Sangjun dan Lim Jaehyuk pada laga melawan Brunei terus membombardir pertahanan Brunei.

    Kedua pemain itu juga tak hanya piawai dalam mengirim umpan kepada penyerang Cho Young Wook yang pada laga melawan Brunei mampu mencetak hat-trick. Mereka masing-masing juga menyumbangkan 2 gol untuk kemenangan timnya.

    Dua bek tengah Timnas Indonesia U-19, Rahmat Irianto dan Nurhidayat Haji Haris juga harus bekerja keras mengawal duet Cho Young Wook dan Kim Chan. Kedua pemain itu memiliki postur tubuh yang cukup tinggi sehingga bisa dengan mudah memenangkan duel udara.

    Kinerja lini tengah juga sangat penting. Asnawi Mangkualam dan M Luthfi harus mencegah para pemain Korea Selatan leluasa menguasai bola. Mereka juga bertugas untuk cepat mengirimkan bola ke lini depan.

    Memanfaatkan kecepatan Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdhani serta M Rafli Mursalim atau pun Hanis Saghara, bukan tak mungkin Timnas Indonesia U-19 bisa mencuri gol seperti pada laga 2013 lalu dimana Evan Dimas cs menyingkirkan Korea Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.