Bermain Pagi Ini, Timnas U-19 Optimistis Kalahkan Malaysia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Saddil Ramdani, Hanis Saghara Putra, dan Egy Maulana Vikri berpose usai pertandingan sepak bola kualifikasi AFC U-19 melawan Timor Leste di Paju, Korea, 2 November 2017. Timnas menang 5-0. Facebook/@PSSI

    Dari kiri: Saddil Ramdani, Hanis Saghara Putra, dan Egy Maulana Vikri berpose usai pertandingan sepak bola kualifikasi AFC U-19 melawan Timor Leste di Paju, Korea, 2 November 2017. Timnas menang 5-0. Facebook/@PSSI

     TEMPO.CO, Jakarta - Timnas U-19 akan menghadapi Malaysia di laga terakhir penyisihan Grup F Piala AFC U19 2018, di stadion Paju, Korea Selatan, Senin pagi ini. Pertandingan akan berlangsung pukul 10.00 WIB dan disiarkan SCTV.

    Timnas U-19, yang berjuluk Garuda Nusantara, dalam kondisi siap tanding melawan Malaysia. Bahkan, kali ini persiapan tim nasional lebih serius. Sebab pelatih Indra Sjafri memasukkan materi evaluasi hasil kekalahan pada laga sebelumnya melawan Korea Selatan, Sabtu pekan lalu. Dalam pertandingan tersebut Indonesia tumbang empat gol tanpa mampu membalas satu gol pun.

    "Kami sudah siapkan skema dan formula untuk mengatasi Malaysia. Kami sudah lihat gaya permainan mereka dan semua pemain Malaysia akan kami waspadai," kata Indra Sjafri, kemarin.

    Pelatih 54 tahun itu berharap tim asuhannya dapat mengalahkan Malaysia demi menambah nilai Indonesia di klasemen akhir Grup F. Jika menang, maka Indonesia akan mengumpulkan sembilan poin dari empat laga dan berpeluang duduk di posisi runner-up grup.

    Sebenarnya Indonesia tak punya beban mengais poin sebanyak mungkin demi lolos ke Piala Asia tahun depan. Sebab Indonesia adalah tuan rumah kejuaraan tersebut, walhasil mendapatkan tiket langsung ke putaran final.

    Meski begitu, laju Indonesia di penyisihan Grup F cukup apik. Pada laga pertama, Tim Garuda Nusantara sukses mengkandaskan Brunei Darussalam dengan skor 5-0. Pada pertandingan kedua, giliran Timor Leste yang jadi korban Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan. Negara bekas bagian dari Indonesia itu menyerah lima gol tanpa balas.

    Sayangnya tren kemenangan Indonesia tak berlanjut di partai ketiga melawan Korea Selatan. Bak putaran roda nasib, giliran Indonesia yang kalah dengan skor tinggi 0-4 dari Young Taeguk Warrior.

    Menurut Indra Sjafri, evaluasi yang harus segera ia lakukan untuk tim nasional Indonesia usai kekalahan tersebut adalah antisipasi serangan umpan silang. Benar saja, gol pertama dan kedua Korea Selatan ke gawang Indonesia bermula dari lemahnya barisan bek mengantisipasi umpan lambung.

    "Kami sebenarnya sudah mewaspadai umpan silang sebelum laga, namun tampaknya pemain belum bisa antisipasi itu," kata Indra.

    Mantan pelatih Bali United itu pun berharap anak-anak Garuda Nusantara sudah sepenuhnya memahami evaluasi umpan silang tersebut. Sebab jika tidak, Malaysia akan punya peluang untuk menerapkan strategi yang sama dengan Korea Selatan untuk mengalahkan Indonesia.

    "Saya sungguh apresiasi kerja keras seluruh pemain. Laga kontra Malaysia sangat penting untuk kami," kata Indra.

    Bek Indonesia Firza Andika mengatakan ia dan rekan-rekannya punya tekad kuat memenangi laga terakhir penyisihan hari ini. Menurut Firza, tim pelatih sudah membeberkan kekuatan dan kelemahan tim Malaysia dalam sesi latihan persiapan kemarin.

    "Selanjutnya tinggal bagaimana caranya kami praktikkan dan laksanakan semua instruksi pelatih," kata Firza.

    Dia pun berharap tim nasional dapat tampil tenang dan rileks melawan Malaysia. Menurut dia, kondisi pikiran yang tenang sangat membantu Indonesia melewati laga krusial seperti hari ini.

    Sebagai pemain bertahan, Firza tak mau pilih-pilih pemain lawan yang harus ia waspadai. Sebab menurut dia, di sepak bola semua pemain punya tugas penting masing-masing. Dengan kata lain semua pemain Malaysia punya peluang yang sama untuk menjebol gawang Indonesia.

    "Jadi kami tak akan fokus pada satu atau dua pemain saja," kata dia.

    Penyerang andalan Indonesia Egy Maulana Vikri pun optimistis Indonesia dapat mengalahkan Malaysia. "Kami sudah tahu bagaimana permainan Malaysia, kami harus menang," kata Egy.

    Pelatih Malaysia Bojan Hodak punya cara unik untuk mempersiapkan laga kontra Indonesia. Bojan mengistirahatkan sejumlah pemain pilarnya dalam laga sebelumnya melawan Brunei Darussalam. Bojan berharap pemain pilarnya akan 100% prima dalam pertandingan melawan Indonesia.

    "Perolehan tiga poin kami bukan cuma dari Brunei, karena itu kami istirahatkan pemain utama. Ini sebagai persiapan kami untuk melawan Indonesia," kata Bojan.

    Malaysia membutuhkan kemenangan atas Indonesia demi mengamankan posisi mereka lolos ke Piala Asia U-19 2018. Jika kalah, maka kans mereka lolos akan semakin kecil. Sebab setelah lawan Timnas U-19 Indonesia, Harimau Malaya akan menantang Korea Selatan.

    PSSI | AFC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.