Terlalu Sering Sundul Bola, Shearer Khawatir Mulai Alami Demensia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan kapten Inggris Alan Shearer dikenal sebagai legenda hidup Newcastle United. Dia memiliki tendangan bebas yang keras dan cenderung lurus ke arah gawang lawan. Apalagi ketika mengeksekusi tendangan penalti. Rekor tendangan terkerasnya adalah saat klubnya melawan Everton pada 1 Desember  2002. Kecepatan bola yang ditendangnya mencapai 138 km/jam. Tumblr.com

    Mantan kapten Inggris Alan Shearer dikenal sebagai legenda hidup Newcastle United. Dia memiliki tendangan bebas yang keras dan cenderung lurus ke arah gawang lawan. Apalagi ketika mengeksekusi tendangan penalti. Rekor tendangan terkerasnya adalah saat klubnya melawan Everton pada 1 Desember 2002. Kecepatan bola yang ditendangnya mencapai 138 km/jam. Tumblr.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan kapten Timnas Inggris, Alan Shearer, menyatakan memiliki daya ingat yang sangat buruk dan khawatir mulai mengalami gejala demensia. Ia tak tahu penyebabnya, tapi menduga hal itu karena terlalu sering menyundul bola saat bermain.

    Pria 47 tahun itu mengakui telah melakukan tes sebagai bagian dari progam dokumenter BBC "Dementia, Football and Me". "Hasilnya sangat mengkhawatirkan. Saya memiliki ingatan yang buruk. Saya tak tahu sebabnya, tapi saya memiliki memori yang sangat buruk," kata dia.

    Sepanjang kariernya selama 18 tahun, Shearer telah menorehkan rekor di Liga Inggris dengan mencetak 260 gol bersama Southampton, Blackburn, dan Newcastle United. Di Timnas Inggris ia juga mencetak 30 gol dalam 63 penampilan.

    Shearer menyatakan, untuk tiap gol yang dicetak dengan sundulan, ia biasa berlatih hingga 1.000 kali. "Itu membuat saya berada dalam risiko besar bila (sundulan dan demensia itu) memang berkaitan," kata dia.

    Ia mengatakan, para pemain bola biasanya menduga setelah pensiun akan memiliki masalah dengan lutut, ankle, atau punggung. "Tapi jarang yang menduga Anda akan mengalami masalah yang tekait dengan penyakit otak. Karena itu penelitian perlu dilakukan."

    Shearer menilai, penilitian lebih intensif perlu dilakukan. Selain itu juga harus ada dukungan lebih bagi mantan pemain yang menderita demensia. "Riset yang dilakukan nyaris tak mencukupi," kata dia. "Pihak berwenang terkesan sangat enggan mencari jawaban. Mereka seperti menyembunyikan masalah ini di bawah karpet."

    Ia menilai, sepak bola adalah permainan yang keras dan brilian. "Tapi, kami harus memastikan itu bukan permainan yang membunuh," kata Alan Shearer.

    MIRROR | DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.