Gelar Juara Tersandung, Bali United: Kami Sangat Dirugikan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Bali United Sylvano Comvalius (tengah) berebut bola dengan pesepak bola Sriwijaya FC Bio Paulin Piere (kedua kiri) dalam Pertandingan Sepak Bola Liga 1 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 30 Oktober 2017. ANTARA

    Pesepak bola Bali United Sylvano Comvalius (tengah) berebut bola dengan pesepak bola Sriwijaya FC Bio Paulin Piere (kedua kiri) dalam Pertandingan Sepak Bola Liga 1 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 30 Oktober 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Denpasar - CEO Bali United Yabes Tanuri merasa kecewa atas keputusan Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, yang membuat posisi timnya sebagai kandidat juara Liga 1 musim ini mengecil. Bali United merasa dirugikan atas keputusan Komisi Disiplin, yang memberikan kemenangan WO kepada rival terberat mereka, Bhayangkara FC, atas laga melawan Mitra Kukar pada Jumat pekan lalu. 

    "Kami sangat dirugikan. Dan berarti, kalau tahu seperti ini, ya, kami ngapain berjuang kalau sudah tahu juaranya pasti Bhayangkara," katanya, Rabu, 8 November 2017.

    Bhayangkara FC menggeser Bali United di puncak klasemen karena mendapat tiga poin setelah Komisi Disiplin menyatakan Mitra Kukar bersalah karena memainkan Mohamed Sissoko dalam laga itu. Sissoko seharusnya menjalani hukuman larangan bermain dalam laga tersebut. 

    Berdasarkan surat PSSI bernomor 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017 tanggal 5 November 2017, Komisi Disiplin memutuskan pertandingan yang berlangsung pada 3 November di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, itu memberikan kemenangan kepada Bhayangkara FC dengan skor 3-0 atas Mitra Kukar. Sebelumnya, hasil pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1.

    Surat itu ditandatangani Ketua Komisi Disiplin PSSI Asep Edwin Firdaus. Berdasarkan keterangan surat tersebut, selain mendapat pengurangan angka, Mitra Kukar dikenai sanksi denda Rp 100 juta karena melanggar Pasal 55 Kode Disiplin.

    Yabes menjelaskan, saat ini, manajemen Bali United sedang berusaha mempertanyakan hal tersebut. Meskipun ia menyadari tidak bisa mendesak pihak mana pun karena hal itu merupakan urusan Mitra Kukar. Yabes berharap hal tersebut tidak menjatuhkan semangat tim pelatih dan para pemain Bali United.

    "Saya bilang ini adalah urusan manajemen dengan PSSI dan Liga Indonesia. Kami urus mengenai hal ini ,berjuang sebisa mungkin," ujarnya. "Kami juga enggak tahu akhirnya bagaimana. Ini kan masih di Komisi Disiplin, masih ada banding."

    Bhayangkara FC berpeluang meraih gelar juara Liga 1 pada sore ini. Meskipun saat ini memiliki nilai yang sama dengan Bali United, 65 angka, Bhayangkara FC bermain satu pertandingan lebih sedikit. 

    Artinya, jika menang pada laga melawan Madura United, perolehan angka Bhayangkara FC tak akan bisa disalip Bali United. Laga terakhir Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta dan Bali United versus Gresik United pun tak akan berpengaruh lagi terhadap perebutan gelar juara.

    Meskipun demikian, Yabes tetap yakin perjuangan Bali United hingga sejauh ini merupakan capaian yang istimewa. Skuad Serdadu Tridatu tercatat lebih produktif dalam urusan mencetak gol ketimbang Bhayangkara FC. "Bagaimana pun hasilnya, (kalau) menang melawan Persegres Gresik, kami tetap merasa juara," ucapnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.