Menang WO, Manajer Bhayangkara FC Jawab Tudingan Miring

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Bhayangkara FC saat melakukan selebrasi gol. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Para pemain Bhayangkara FC saat melakukan selebrasi gol. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Bekasi - Manajer Bhayangkara FC Ajun Komisaris Besar Sumardji angkat bicara perihal tudingan miring ihwal poin timnya yang didapat dari Mitra Kukar setelah dinyatakan menang walkover (WO). "Perlu kami klarifikasi," kata Sumardji dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Rabu, 8 November 2017.

    Menurut dia, ada fakta berupa salinan keputusan Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Liga 1 bernomor 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017 tertanggal 28 Oktober 2017. Surat tersebut terkait dengan kasus pelanggaran disiplin pemain Mitra Kukar, Moh. Lamine Sissoko, dalam pertandingan Mitra Kukar melawan Borneo FC pada 23 Oktober 2017.

    Atas perbuatannya, Sissoko dilarang bermain dua kali, yaitu pada pertandingan melawan Bhayangkara FC pada 3 November 2017 dan Persiba Balikpapan pada 11 November 2017. Melihat fakta tanggal diturunkan keputusan itu, yaitu 28 Oktober 2017, sementara pertandingan melawan Bhayangkara FC pada 3 November 2017, Sumardji menganggap sangat tidak masuk akal jika pihak Mitra Kukar tidak menerima pemberitahuan yang sama via e-mail.

    "Selama ini komunikasi dengan Liga dilakukan via e-mail," katanya. Sesuai dengan Pasal 57 Regulasi Liga 1 Gojek Traveloka 2017 tentang kartu kuning dan merah pada ayat 13 dan 14, ketentuan tentang kartu kuning dan kartu merah mengikuti aturan yang ditetapkan dalam kode disiplin.

    Klub juga bertanggung jawab melakukan pengawasan terhadap kartu kuning dan atau kartu merah serta status hukuman yang diterima pemain dan ofisial masing-masing serta memastikan semua pemain dan ofisial tersebut terdaftar dan berhak terlibat dalam pertandingan.

    "Keberatan atau protes yang disampaikan setelah pertandingan berakhir akan diabaikan," ujar Sumardji.

    Artinya, klub harus selalu mengecek status pemain mereka. Seperti juga ketika Bhayangkara FC tidak bisa memainkan Indra Kahfi ketika melawan Persela Lamongan. "Kami sangat berhati-hati dan bertanya kepada pihak terkait soal regulasi, kode disiplin, dan perubahan tanggal main melawan Madura," katanya.

    Saat itu bahkan nota larangan bermain (NLB) Indra Kahfi belum keluar ketika Bhayangkara FC hendak melawan Persela. Namun klub tetap melakukan komunikasi dengan Liga dan Komdis, yang ternyata menyatakan Indra Kahfi menerima hukuman tambahan karena mendapat kartu merah ketika melawan PSM Makassar pada 19 Oktober lalu.

    "Karena prosedurnya NLB keluar 1 minggu sebelum pertandingan, tapi keputusan Komdis keluar 3-4 hari sebelum pertandingan," ucap Sumardji. "Jadi dalam hal ini klub yang harus aktif melihatnya sesuai dengan bunyi regulasi."

    Sumardji menambahkan, Komdis adalah badan independen yang tidak pernah dan tidak bisa diintervensi. Faktanya, Bhayangkara FC menang di setiap pertandingan tanpa bantuan siapa pun, baik dalam laga kandang maupun tandang. "Faktanya, kalau melihat klasemen, Bhayangkara adalah tim yang paling banyak menang daripada tim lain di Liga 1," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.