Kata-kata Zidane Ini Membuat Morata Memutuskan Pindah ke Chelsea

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Chelsea asal Spanyol, Alvaro Morata merayakan golnya ke gawang Manchester United, dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, 5 November 2017. AFP/Adrian Dennis

    Pemain Chelsea asal Spanyol, Alvaro Morata merayakan golnya ke gawang Manchester United, dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, 5 November 2017. AFP/Adrian Dennis

    TEMPO.CO, Jakarta - Alvaro Morata mengungkap kembali momen-momen saat ia memutuskan pindah dari Real Madrid ke Chelsea. Ia bulat hati memutuskan pergi setelah mendengar kata-kata menyentuh dari pelati Madrid, Zinedine Zidane.

    Pemain Spanyol itu menjadi pemain Chelsea yang memecahkan rekor transfer musim panas dengan biaya 60 juta pound sterling atau Rp 1 triliun. Pemain berusia 25 tahun itu - yang juga berkesempatan untuk bergabung dengan Manchester United - telah mencetak 8 gol dalam 14 laga.

    Sebelum pergi, Morata mengaku sempat ngobrol dari hati ke hati dengan Zidane. Saat itu pelatih asal Prancis itu lah yang menasihatinya untuk mencari lebih banyak waktu bermain di klub lain.

    "Saya akan berterima kasih kepada Zidane karena dia memberi saya kesempatan untuk memenangkan satu Liga Champions lagi dan bermain di Real Madrid," kata Morata kepada Marca.

    "Dia berkata kepada saya bahwa dia ingin saya tinggal tapi ia juga memiliki banyak opsi pemain depan di Real Madrid. Ia lalu berkata 'Alvaro, saya tahu Anda ingin bermain lebih banyak dan memiliki konsistensi. Saya pikir akan masuk akal jika Anda pergi'."

    Keterus-terangan itu akhirnya membuat Morata hengkang agar bisa tampil pada Piala Dunia 2018 Rusia. "Saya ingin menjadi pemain penting bagi timnas Spanyol. Untuk itu saya membutuhkan tampil konsisten. Saya tidak akan pernah menyesal bergabung dengan klub seperti Chelsea dan mudah-mudahan saya akan bertahan lama di sana," kata Morata.

    Alvaro Morata merupakan pemain dari akademi Real Madrid dan memutuskan hijrah ke Juventus. Di klub itu ia sempat dipoles oleh Antonio Conte. Setelah tampil cemerlang bersama Si Nyonta Tua, ia memutuskan kembali pindah ke Real Madrid. Namun, nasibnya tak semulus yang ia bayangkan. Ia kembali reuni dengan Conte di Chelsea.

    METRO | RAMADHAN L.Q.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.