Kisruh Gelar Juara Liga 1 Indonesia, Kemenpora Surati PSSI

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi melihat langsung perkembangan pembangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 8 Agustus 2017. Rehabilitasi ini dilakukan menjelang kegiatan Asian Games 2018. TEMPO/Rizki Putra

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi melihat langsung perkembangan pembangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, 8 Agustus 2017. Rehabilitasi ini dilakukan menjelang kegiatan Asian Games 2018. TEMPO/Rizki Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi ikut bersuara terkait dengan kisruh perebutan gelar juara di Liga 1 Indonesia. Imam diketahui mengirimkan surat ke Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait dengan masalah tersebut. 

    "Sangat disayangkan banyak kontroversi yang sesungguhnya tidak perlu terjadi dan/atau dapat diminimalisasi mengingat harapan pemerintah, FIFA, AFC, dan masyarakat yang sedemikian tingginya saat ini kepada pengurus PSSI," kata Imam dalam surat yang ditandatangani pada Kamis, 9 November 2017. 

    Persoalan yang muncul tak lepas dari putusan Komisi Disiplin PSSI yang menjatuhkan hukuman kepada Mitra Kukar berupa kalah WO 0-3 oleh Bhayangkara FC. Keputusan ini diambil karena Komdis menilai Mitra Kukar tak mematuhi hukuman Komdis yang melarang marquee player-nya, Mohamed Lamine Sissoko, bermain dalam laga kontra Bhayangkara.

    Sissoko tetap bermain dan pertandingan normal berakhir dengan skor 1-1. Sissoko, menurut Komdis, seharusnya dilarang bertanding karena masih menjalani hukuman kartu merah. Mitra Kukar membantah dengan mengatakan tak ada nama Sissoko dalam nota larangan bertanding (NLB) saat laga melawan Bhayangkara. 

    Pada salah satu poin yang dijelaskan Imam dalam suratnya, ia meminta PSSI tak lagi membuat perubahan hukuman/sanksi atau law of the game secara mendadak dan cenderung tidak konsisten. "Karena ini berpotensi mencederai kepercayaan publik pada kualitas kompetisi yang diadakan PSSI dan PT LIB (Liga Indonesia Baru)," tulis Imam.

    Imam pun meminta semua laga akhir kompetisi Liga 1 dan Liga 2 diselenggarakan secara bersamaan. Untuk laga-laga penting, seperti penentuan juara dan degradasi, Kementerian meminta agar disiarkan atau streaming secara langsung.

    Imam juga meminta PSSI sesegera mungkin melapor kepada Kementerian setelah kompetisi Liga 1 dan Liga 2 berakhir.

    Keputusan Komdis PSSI ini menjadi kontroversi. Pasalnya, dengan keputusan itu, Bhayangkara FC diuntungkan karena mendapat poin lebih dan hampir pasti menjadi juara. Poin ini menjauhkan Bhayangkara dari pesaing terdekatnya, Bali United, dalam perebutan gelar juara Liga 1.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.