Rabu, 19 September 2018

Gagal Tampil di Level Asia, Bhayangkara FC Ikut Turnamen di Cina

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Bhayangkara FC saat melakukan selebrasi gol. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Para pemain Bhayangkara FC saat melakukan selebrasi gol. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Bekasi -  Bhayangkara FC menjadi juara Liga 1 musim ini. Sayangnya, tim berjuluk The Guardian tersebut tak bisa tampil di level Asia karena persoalan lisensi. Sebagai gantinya, skuad asuhan Simon McMenemy itu mengikuti turnamen di Cina.

    "Sebagai pramusim, kami ikut turnamen di Cina," kata pelatih Bhayangkara FC, McMenemy, Ahad malam, 12 November 2017. Di sana, kata dia, skuadnya akan menjajal kekuatan tim liga super di sana, sebagai persiapan kompetisi musim depan.

    Skuadnya yang dihuni mayoritas pemain muda, tahun ini merasakan gelar juara. Karena itu, pemain tersebut butuh pengalaman untuk bermain di level Asia. Dengan mengikuti turnamen tersebut, menurut dia, adalah sebuah pengalaman bagi anak asuhnya. "Kami akan manfaatkan betul kesempatan ini," kata Simon.

    Bhayangkara FC mengakhiri musim ini dengan duduk di peringkat pertama meraih poin 68, sama dengan Bali United. Namun, gelar juara berhak disandang klub milik Polri tersebut, karena menang head to head dengan klub asal pulau dewata tersebut.

    Manajer Bhayangkara FC, Ajun Komisaris Besar Sumardji memastikan timnya tak bisa tampil di ajang kompetisi tingkat asia, sebab terbentur masalah lisensi dari federasi sepak bola Asia, AFC. "Memang ini sebuah kekecewaan yang sangat mendalam," katanya. "Kami minta maaf kepada masyarakat pencinta bola di Indonesia."

    Sumardji mengatakan, penyebab gagalnya Bhayangkara FC karena tak memenuhi syarat dan prasayarat sebagai klub profesional. Adapun, pengajuan banding kepada otoritas sepak bola nasional atau PSSI ditolak.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.