Sikap Ksatria De Rossi Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia 2018

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pemain timnas Italia, Daniele De Rossi dan pemain timnas Albania, Ledian Menushaj saat berebut bola dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018 di stadion Renzo Barbera, Italia, 24 Maret 2017. REUTERS/Alberto Lingria

    Aksi pemain timnas Italia, Daniele De Rossi dan pemain timnas Albania, Ledian Menushaj saat berebut bola dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018 di stadion Renzo Barbera, Italia, 24 Maret 2017. REUTERS/Alberto Lingria

    TEMPO.CO, JAKARTA - Kegagalan Italia ke putaran final Piala Dunia 2018 diwarnai aksi ksatria salah satu punggawanya, Daniele De Rossi. Gelandang asal klub AS Roma itu mendatangi bus Timnas Swedia untuk meminta maaf usai pertandingan. 

    Permintaan maaf De Rossi  karena perilaku para pendukung Italia yang menyoraki Swedia saat lagu kebangsaan mereka dikumandangkan. Sikap De Rossi pun mendapatkan pujian dari punggawa Swedia. 

    “Dia meminta maaf atas perilaku pendukung Italia pada pertandingan malam itu. Itu merupakan sikap ksatria dan kapten sejati,” ujar pemain bertahan Leeds United, Pontus Jansson.

    Tak hanya Pontus, Pelatih Swedia Janne Andersson pun memuji sikap De Rossi. Menurut dia, De Rossi telah menampilkan momen indah dalam sepak bola.

    “Ini adalah salah satu momen indah dalam olahraga. Saat pergi ke lapangan perang dapat terjadi, namun setelah itu kamu akan peduli.”

    “Saya sangat menghormati sikap De Rossi.”

    Timnas Italia gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 setelah ditahan Swedia 0-0 dalam laga play-off di San Siro, Selasa dinihari WIB. Pada laga pertama di kandang Swedia, skuad asuhan Gian Piero Ventura tumbang dengan skor 0-1. 

    DAILY MAIL | GIVE ME SPORT | NAWIR ARSYAD AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.