Selasa, 20 November 2018

Aturan Offside Baru Bikin Manchester United Kebobolan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester United, Marcus Rashford, merayakan gol ke gawang CSKA Moscow di Liga Champions, 5 Desember 2017. REUTERS/Phil Noble

    Pemain Manchester United, Marcus Rashford, merayakan gol ke gawang CSKA Moscow di Liga Champions, 5 Desember 2017. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, JakartaManchester United sempat kebobolan oleh gol kontroversial saat mengalahkan CSKA Moscow 2-1 di Liga Champions, Rabu dinihari WIB. Dalam pertandingan di Old Trafford itu, MU sempat ketinggalan dulu oleh gol Alan Dzagoev.

    Gol itu tetap disahkan wasit meski para pemain MU mengklaim pemain itu sudah lebih dahulu offside. Saat itu, sebelum mencetak gol, Dzagoev berdiri antara kiper Sergio Romero dan pemain terakhir Setan Merah.

    Menurut aturan lama, posisi Dzagoev offside. Tapi, saat itu ada Daley Blind, yang beberapa saat sebelumnya berusaha mencegat bola hingga meluncur ke luar lapangan. Posisinya, ternyata lebih dekat ke gawang ketimbang Dzagoev.

    Juan Mata, seusai pertandingan menyatakan, ia dan kawan-kawan sempat bertanya pada wasit tentang kondisi itu. Jawaban wasit membuat mereka kaget. "Itu aturan baru. Mulai sekarang kami harus hati-hati karena akan terus berlaku," kata dia.

    Aturan itu tertuang dalam aturan pertandingan FIFA. Di sana dinyatakan: "Bila ada pemain belakang yang meninggalkan lapangan tanpa seizin wasit, maka ia harus dianggap berada di garis gawangnya sendiri untuk kepentingan (penentuan) offside, sampai permainan terhenti."

    Di laga itu, Manchester United akhirnya bisa membalas lewat Romelu Lukaku dan Marcus Rashford. Mereka lolos ke babak 16 besar Liga Champions sebagai juara Grup A, bersama Basel yang jadi runner-up.

    REUTERS | SOCCERWAY


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.