Islandia Lawan Timnas Indonesia, PSSI Ingin Curi Ilmunya

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Timnas Islandia merayakan keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2018. (Reuters)

    Para pemain Timnas Islandia merayakan keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2018. (Reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Timnas Islandia akan bertandang ke Indonesia dalam rangka laga persahabatan pada Januari 2018. Selain akan menjajal kekuatan timnas Indonesia, Islandia akan berbagi ilmu terkait dengan sepak bola negara Eropa itu.

    "Kami mau ada youth clinic. Kedua, coaching workshop dengan para pelatih," ujar Deputi Sekretaris Jenderal Pengembangan Bisnis Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Marsal Masita dalam konferensi pers di kantor pusat PSSI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Desember 2017.

    Selain itu, PSSI berharap Islandia bisa berbagi terkait dengan pengembangan sepak bola (football development) yang diterapkan di sana. Pasalnya, Islandia dengan populasi 300 ribu orang mampu melangkah ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.

    Prestasinya tak lepas dari pembangunan football development dalam beberapa tahun terakhir. "Akan ada sharing session soal football development kepada manajemen klub liga," ucap Marsal. 

    Seluruh rangkaian acara ini akan dilakukan di antara dua jadwal pertandingan persahabatan Islandia di Indonesia, yakni pada 11 Januari dan 14 Januari 2018. Seluruh kegiatan non-pertandingan ini akan dilaksanakan di Jakarta. 

    Pada laga persahabatan nanti, Islandia disebut akan membawa skuad utamanya. Meski begitu, bintang asal Everton, Gylfi Sigurdsson, dipastikan tak akan bisa ikut karena harus berlaga di Liga Inggris. 

    Marsal menuturkan, sebagai tambahan, Islandia juga akan membawa eks bintangnya, Eidur Gudjohnsen. Mantan pemain Barcelona dan Chelsea itu dibawa untuk berbagi pengalaman terkait dengan sepak bola di Liga Eropa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.