Mario Gomez Ungkap Filosofi Bermain untuk Diterapkan di Persib

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez. (persib.co.id)

    Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez. (persib.co.id)

    TEMPO.CO, Bandung - Pelatih baru Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez, mengatakan gaya sepak bola yang diusungnya adalah permainan yang lebih mengandalkan keseimbangan antara bertahan dan menyerang.

    "Kami ingin selalu menang dan step-by-step kami ingin menangi setiap game. Kalau kamu tidak menang, itu tidak bagus. Kami butuh menang," ujarnya saat ditemui di lapangan Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Ahad, 10 Desember 2017.

    Pelatih berpaspor Argentina itu mengaku membutuhkan sosok pemain yang memiliki kecepatan. Artinya, skuad Maung Bandung musim depan harus memiliki kemampuan yang bagus, baik ketika bertahan maupun menyerang.

    "Kami tidak hanya perlu menyerang, tapi juga perlu bertahan. Itu yang terpenting dalam membangun sebuah tim. Karena mungkin kamu punya penyerangan bagus, tapi tanpa pertahanan, kita tidak akan menang," ujarnya.

    Mantan asisten pelatih Inter Milan itu mengatakan pemain lokal Persib memang cukup bagus. Karena itu, untuk penentuan pemain lokal, Gomez mungkin akan mempertahankan beberapa pemain lokal yang kini dimiliki skuad kebanggaan warga Jawa Barat itu.

    "Setiap pelatih butuh pemain yang cepat dan berteknik. Saya ingin pemain yang bagus dan saya pikir Persib Bandung mempunyai pemain bagus, pemain lokal yang sangat bagus, karena saya mencari informasi dari Internet dan dari pelatih lain. Jadi saya kira kita bisa berkembang," ucapnya.

    Mario Gomez direkrut Persib untuk mendongkrak performanya yang melempem dalam Liga 1 musim lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.