Hengkang dari Bhayangkara FC, Spasojevic Ingin Tetap di Liga 1

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilija Spasojevic. instgaram.com

    Ilija Spasojevic. instgaram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Striker timnas Indonesia, Ilija Spasojevic, dipastikan akan hengkang dari Bhayangkara FC pada musim kompetisi mendatang. Meski begitu, Spaso masih belum memutuskan klub mana yang akan meminangnya.

    "Besok atau lusa (kepastiannya). Belum pasti. Saya belum tahu. Jadi ada tiga (klub) yang masih mungkin. Salah satu dari itu," kata Spaso saat ditemui dalam acara perayaan kemenangan Bhayangkara FC di Liga 1 Indonesia di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Melawai, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Desember 2017. 

    Meski begitu, pemain yang baru dinaturalisasi tersebut mengatakan ketiga klub itu berasal dari Liga 1 Indonesia. Ia membantah akan mengikuti jejak Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn yang hengkang ke klub asal Liga Malaysia.

    Pemain berusia 30 tahun itu mengatakan ingin bermain dekat dengan pengawasan pelatih timnas Indonesia, Luis Milla. Karena itu, ia ingin tetap bermain untuk klub di Liga 1 Indonesia. "Tahun depan, Asian Games, AFF, saya mau masuk skuad (timnas) dan saya mau berada di sini," ujarnya.

    Semenjak dinaturalisasi pada Oktober lalu, Spaso memang langsung dipanggil Milla. Ia menjadi pilihan utama Milla di lini depan timnas Indonesia. Ia juga dapat membuktikan kepercayaan Milla dengan mencetak tiga gol dari lima pertandingan bersama skuad Garuda. 

    "Itu target utama di karier saya, bermain untuk timnas. Setiap keputusan saya akan terkoneksi dengan bermain untuk timnas," ucap Spaso.

    Keluarnya Spasojevic memperpanjang daftar pemain Bhayangkara FC yang hengkang. Spaso bergabung bersama skuad The Guardian pada pertengahan musim lalu. Ia langsung menjadi pilihan utama pelatih Simon McMenemy. Ia menorehkan 12 gol sekaligus top scorer klub itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.