Batal Ikut Turnamen di Cina, Bhayangkara FC Ikut Piala Presiden

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Bhayangkara FC saat melakukan selebrasi gol. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Para pemain Bhayangkara FC saat melakukan selebrasi gol. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Bhayangkara FC memastikan batal mengikuti turnamen di Cina sebagai ajang persiapan Liga 1 musim depan atau pramusim. Manajer Bhayangkara FC Ajun Komisaris Besar Sumardji menyatakan, sebagai gantinya, mereka akan mengikuti Piala Presiden. 

    "Kalau Piala Presiden, kami pasti ikut, karena kami adalah institusi negara, jadi wajib ikut," kata Sumardji kepada Tempo, Selasa, 12 Desember 2017.

    Sayangnya, sampai saat ini, jadwal Piala Presiden belum jelas. Informasinya, kata dia, jadwal masih berubah-ubah, dari yang rencananya digelar pada 5 Januari pada tahun depan. "Informasinya akan diundur pada 25 Januari," ujarnya.

    Ia mengatakan tim dijadwalkan mulai melakukan latihan perdana di Stadion PTIK di Jakarta pada 3 Januari setelah menjalani serangkaian perayaan juara di sejumlah kepolisian daerah di Indonesia. "Kalau misalnya Piala Presiden digelar 5 Januari, kami akan persiapkan lebih awal," ucap Sumardji.

    Menurut Sumardji, kerangka tim sudah terbentuk meskipun ditinggal beberapa pemain pilar, seperti Ilija Spasojevic, Evan Dimas Darmono, dan Ilham Udin Armaiyin. "Kami sudah mendapatkan penggantinya."

    Selain mengikuti Piala Presiden, kata dia, Bhayangkara FC bersedia jika ada undangan mengikuti turnamen pramusim di dalam negeri. Karena itu, pihaknya kini menunggu undangan dari klub lain jika ingin mengadakan turnamen. "Kami siap kalau ada undangan," kata Sumardji.

    Bhayangkara FC merupakan tim juara Liga 1 tahun 2017. Tim tersebut unggul head-to-head dengan Bali United, yang sama-sama mengoleksi 68 poin hingga pertandingan terakhir di pekan ke-34. Sayangnya, Bhayangkara FC gagal ikut Liga Champions Asia karena terbentur dokumen.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.