Persija Jakarta Dapatkan Mantan Pemain Arema FC, Marco Kabiay

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persija Jakarta mendapatkan eks pemain Arema FC, Marco Kabiay, yang dikontrak selama dua tahun. (Twitter/@Persija_Jkt)

    Persija Jakarta mendapatkan eks pemain Arema FC, Marco Kabiay, yang dikontrak selama dua tahun. (Twitter/@Persija_Jkt)

    TEMPO.CO, Jakarta - Persija Jakarta kembali mendapatkan pemain baru untuk mengarungi Liga 1 musim depan. Tim Macan Kemayoran itu mendatangkan mantan pemain Arema FC, Marco Kabiay, yang diberi kontrak dengan durasi dua tahun.

    "Dia bisa bermain di bek kanan atau kiri, bahkan stoper," ucap Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade pada Jumat, 15 Desember 2017. Menurut Gede, pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco, sudah melihat kemampuan pemain 26 tahun tersebut.

    Gede mengatakan mendatangkan pemain asal tanah Papua tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan tim. Diketahui, Persija bakal mempunyai jadwal padat pada musim depan. Selain berlaga di Liga 1, Persija akan mengikuti Piala AFC dan Piala Indonesia. "Kami mengontrak dia selama dua musim," ujarnya.

    Marco Kabiay musim lalu membela Arema FC sejak paruh musim. Menjadi pelapis Benny Wahyudi, penampilan Kabiay cukup impresif, bahkan bisa membantu melakukan penyerangan. Di klub berjulukan Singo Edan tersebut, Kabiay mengoleksi satu gol.

    Marco sendiri menjadi pemain kelima yang didatangkan Persija. Sebelumnya, ada empat pemain baru yang bergabung dengan tim asuhan Stefano Cugurra Teco itu, yakni Septinus Alua, Arthur Bonai, Ahmad Syaifulloh, dan Valentino Telaubun. "Kami akan mendatangkan pemain-pemain lain, tunggu saja," tutur Gede.

    Gede mengatakan semua pemain Persija akan berkumpul pada Sabtu, 16 Desember 2017, di markas Persija, Jakarta Selatan. Rencananya, Macan Kemayoran akan mulai berlatih pada Ahad, 17 Desember 2017, di Lapangan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, untuk persiapan tim musim depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.