2 Eks Punggawa Tottenham Justru Lebih Unggulkan Manchester City

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejak bergabung dengan Manchester City pada 2015, Kevin De Bruyne, memiliki peforma impresif bersama dengan rekannya David Silva, De Bruyne mampu mencatatkan 36 assist hanya dari 80 pertandingan. Action Images via Reuters/Carl Recine

    Sejak bergabung dengan Manchester City pada 2015, Kevin De Bruyne, memiliki peforma impresif bersama dengan rekannya David Silva, De Bruyne mampu mencatatkan 36 assist hanya dari 80 pertandingan. Action Images via Reuters/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Sheerwood dan Jermaine Jenas meragukan mantan tim mereka, Tottenham Hotspurs, akan memenangkan laga melawan Manchester City di Etihad Stadium Ahad dini hari 17 Desember 2017. Sheerwood menilai City terlalu kuat bagi Tottenham sementara Jenas meragukan kekuatan mental anak asuhan Mauricio Pochettino.

    Sheerwood yang memperkuat Tottenham pada era 1999-2003 menyatakan bahwa pertarungan kedua tim akan mempertemukan pemain-pemain terbaik di Liga Ingris saat ini. Sergio Aguero dan Kevin De Bruyne di sisi Manchester City serta Harry Kane dan Christian Eriksen di sisi Tottenham.

    Meskipun demikian, dia menilai secara tim Manchester City jauh lebih kuat ketimbang Tottenham. Hal itu tak lepas dari produktivitas gol City yang luar biasa hingga paruh musim ini. Manchester City hingga saat ini telah menyarangkan 52 gol dari 17 laga Liga Inggris sementara Tottenham hanya 30 gol.

    "Anda harus mengakui bahwa mereka (Manchester City ) akan menjadi tim paling produktif di akhir musim nanti karena mereka berlari seperti kereta saat ini," katanya. "Secara tim Manchester City lebih baik, tetapi sedikit sulit untuk menghakimi kedua tim itu"

    "Tak ada satu pun yang bisa menghentikan mereka," lanjutnya.

    Sementara Jenas masih melihat peluang bagi Tottenham untuk menghentikan laju Sergio Aguero cs. Syaratnya adalah skuad Lili Putih harus menunjukkan mental baja kala berhadapan dengan Manchester City.

    Sayangnya, menurut Jenas, Tottenham telah gagal menunjukkan mental baja seperti itu. Kekalahan dari Arsenal dan Manchester United musim ini menjadi tolak ukur Jenas dalam menilai mental Harry Kane cs.

    "Bagi saya, apa yang bisa diraih oleh Tottenham akan tergantung pada mentalitas mereka. Apakah mereka benar-benar yakin bahwa mereka adalah tim yang bisa menantang untuk memenangkan gelar juara?" kata Jenas.

    "Mereka harus menunjukkan hal itu. Karena dari semua yang telah saya lihat dari mereka dalam beberapa tahun terakhir, dan terutama di Emirates Stadium musim ini, mereka terlihat kurang rasa percaya diri." lanjutnya

    "Jika mereka menjalankan laga dengan mental seperti saat melawan Arsenal, mereka pasti akan hancur. Musim ini mereka tampil seperti pisau berbilah satu, dan jika mereka terbantai oleh City maka hal itu akan benar-benar menjatuhkan rasa percaya diri mereka," katanya.

    Satu hal yang bisa membuat Tottenham sedikit memiliki harapan adalah kecerdikan Pochettino. Musim lalu, Pochettino mampu menghentikan rentetan kemenangan Manchester City saat bermain di Stadion White Hart Lane. Pada pertemuan kedua di kandang City, Tottenham juga mampu meredam keganasan Aguero cs dengan bermain imbang 2-2.

    MANCHESTER EVENING NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.