Bonek Persebaya Ancam Gelar Aksi Besar-besaran di Mapolda Jatim

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Bonek merayakan kemenangan setelah memastikan Persebaya diakui PSSI di GOR Pajajaran, Bandung, 8 Januari 2017. Keputusan ini diambil dalam Kongres Tahunan PSSI 2017. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah Bonek merayakan kemenangan setelah memastikan Persebaya diakui PSSI di GOR Pajajaran, Bandung, 8 Januari 2017. Keputusan ini diambil dalam Kongres Tahunan PSSI 2017. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Surabaya - Suporter Persebaya Surabaya, Bonek, mengancam akan kembali menggelar aksi besar-besaran jika polemik mengenai TMS belum jelas. Kali ini aksi bakal digelar di Mapolda Jawa Timur, yang merupakan bagian dari Bhayangkara FC.
     
    Seruan aksi itu diumumkan pentolan Bonek, Andie Peci, di akun media sosialnya. "2 hari lagi TMS Persebaya di bahas PSSI. Jika belum clear: Siapkan energi Kita utk aksi besar²an di POLDA JATIM *Arek Bonek 1927," katanya Senin lalu, 18 Desember 2017.
     
    Ancaman tersebut sebagai respons dari tuntutan Bonek di aksi di CFD Taman Bungkul. Aksi yang digelar Ahad lalu itu, Bonek mendesak PSSI dan Bhayangkara FC menyerahkan akun TMS milik Persebaya paling lambat 20 Desember 2017.
     
    Selain itu, aksi itu sebagai tanggapan dari pernyataan Manajer Bhayangkara FC, Ajun Komisaris Besar Sumardji, yang mengklaim polemik terkait Transfer Matching System (TMS) antara Bhayangkara FC dan Persebaya Surabaya, sudah berakhir. 
     
    "Polemik TMS sudah berakhir dengan diberikannya TMS Bhayangakra FC sendiri dan TMS Persebaya Surabaya sendiri," kata Sumardji di sela-sela perayaan juara Liga 1 Bhayangkara FC di Mapolda Jawa Timur, Senin, 18 Desember 2017.
     
    Dia mengklaim polemik itu sudah berakhir bersamaan dengan undangan yang diterima Bhayangkara FC dari PSSI untuk mengikuti Professional Football Administration Workshop atau Pelatihan Administrasi Sepak Bola Profesional, 19-24 Desember 2017.
     
    Persebaya, yang musim depan promosi ke Liga 1, memerlukan akun TMS atas nama Persebaya untuk merekrut pemain asing. Selama Persebaya absen di Liga 1, akun TMS milik Persebaya digunakan tim milik Polri tersebut.
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.