Liga Spanyol: Baru Operasi Kanker, Pelatih Ini Dipecat Sevilla

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Sevilla Steven N'Zonzi, melakukan selebrasi bersama rekan setimnya setelah mencetak gol ke gawang Arsenal pada pertandingan pra musim Emirates Cup di stadion Emirates, London, 30 Juli 2017. Action Images via Reuters/Matthew Childs

    Pemain Sevilla Steven N'Zonzi, melakukan selebrasi bersama rekan setimnya setelah mencetak gol ke gawang Arsenal pada pertandingan pra musim Emirates Cup di stadion Emirates, London, 30 Juli 2017. Action Images via Reuters/Matthew Childs

    TEMPO.CO, Jakarta - Klub Liga Spanyol, Sevilla, mengumumkan pemecatan pelatih Eduardo Berizzo lewat laman resmi mereka, Sabtu dini hari WIB.

    Rangkaian hasil buruk yang diderita klub peraih trofi Liga Europa tiga musim beruntun itu disebut-sebut sebagai alasan utama pemecatan Berizzo yang diputuskan lewat pertemuan dewa direksi pada Jumat, 22 Desember.

     "Sevilla FC menyampaikan terima kasih kepada Berizzo atas profesionalisme, pekerjaan yang dilakukan serta perlakuannya kepada seluruh anggota tim ini sejak kedatangannya," demikian tulis pernyataan resmi Sevilla.

     Sevilla juga menyebutkan bahwa mereka saat ini tengah melakukan sejumlah pembicaraan untuk penunjukan pelatih pengganti, yang diharapkan bisa mulai menangani tim setelah jeda musim dingin.

    Sevilla saat ini berada di urutan kelima klasemen Liga Spanyol dengan raihan 29 poin dan tak meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir, termasuk dihancurkan Real Madrid 0-5 di awal Desember.

    Di Liga Champions, Berizzo berhasil membawa Sevilla susah payah lolos ke babak 16 besar setelah menempati peringkat kedua Grup E dengan raihan 9 poin di bawah wakil Inggris, Liverpool (12).

    Kepusan Sevilla cukup mengejutkan, mengingat Berizzo baru sepekan kembali dari ruang operasi untuk penyembuhan kanker prostat yang dideritanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.