Kaleidoskop 2017: 8 Pemain Yang Buat Timnas Indonesia Heboh

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri. (twitter/@pssi_fai)

    Pemain Timnas Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri. (twitter/@pssi_fai)

    TEMPO.CO, JakartaTimnas Indonesia di semua usia gagal meraih prestasi memuaskan sepanjang tahun 2017 ini. Berlaga di sejumlah laga, raihan terbaik Skuad Garuda hanyalah meraih medali perunggu di ajang SEA Games di Malaysia.

    Meskipun demikian, sejumlah pemain membuat cerita menarik sepanjang tahun ini. Berikut cerita yang Tempo kumpulkan dan terangkum dalam Kaleidoskop 2017:

    1. Ezra Walian

    Pemain timnas Indonesia, Ezra Walian melakukan swafoto bersama pendukung Timnas U-22 usai menang melawan Timnas U-22 Kamboja pada laga terakhir penyisihan grub B SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, 24 Agustus 2017. Indonesia mendukkan Kamboja denga skor 2-0. ANTARA FOTO

    Pemain naturalisasi asal Belanda ini sempat mencuri perhatian pecinta sepak bola tanah air saat memperkuat Timnas Indonesia U-22 di ajang SEA Games. Meskipun tak menjadi pilihan utama Pelatih Luis Milla, Ezra sempat menjadi pahlawan pada laga terakhir Grup B melawan Kamboja.

    Masuk sebagai pemain pengganti, Ezra berhasil memecah kebuntuan Skuad Garuda Muda. Itu merupakan gol perdananya untuk Timnas Indonesia. Indonesia pun menang dengan skor 2-0 setelah Febri Haryadi menyumbangkan satu gol tambahan.

    Namun sayangnya, langkah Timnas Indonesia terhenti d babak semi final. Menghadapi tuan rumah Malaysia, Ezra tak dapat berbuat banyak dan Timnas Indonesia harus kalah dengan skor 1-0. Pada perebutan medali Perunggu Ezra yang kembali masuk sebagai pemain cadangan tak mencetak gol namun mampu membawa Timnas Indonesia menang 3-1 atas Myanmar

    2. Egy Maulana Vikri

    Pemain Timnas Indonesia U-19 Egy Maulana Vikri melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Kamboja U-19 dalam pertandingan persahabatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, 4 Oktober 2017. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Timnas Indonesia U-19 memunculkan bintang baru pada diri Egy Maulana Vikri. Nama Egy mulai mencuat setelah Timnas Indonesia tampil di turnamen Toulon di Prancis pada Juni 2017. Meskipun Indonesia gagal meraih gelar juara, dia mampu meraih penghargaam Jouer Revelation Trophee.

    Penghargaan itu diberikan kepada Egy karena dinilai sebagai pemain yang paling berpengaruh di tim. Sejumlah pesepakbola beken seperti Cristiano Ronaldo dan Zinadine Zidane pernah menerima penghargaan serupa.

    Egy juga mampu tampil apik saat berlaga di kompetisi di kompetisi Piala AFF U-18 di Bangkok, Thailand. Egy mencuri perhatian dengan kecepatan dan kemampuan olah bolanya yang disebut mirip dengan bintang Barcelona, Lionel Messi.

    Sayangnya, Timnas Indonesia tak mampu menekuk tuan rumah Thailand pada laga semi final. Skuad asuhan Indra Sjafri takluk lewat adu tendangan pinalti setelah hanya bermain imbang sepanjang 90 menit.

    Meskipun Timnas Indonesia U-19 hanya mampu meraih posisi ke-3 pada kompetisi itu, Egy berhak atas gelar pencetak gol terbanyak kompetisi tersebut dengan torehan 8 gol. Dia pun sempat mendapat sorotan tajam dari media dalam dan luar negeri. Egy bahkan sempat masuk dalam daftar pemain muda paling berbakat di dunia saat ini.

    3. Saddil Ramdani

    Pemain Timnas U19 Indonesia Saddil Ramdani (kiri), memperebutkan bola dengan pemain Brunei Abdul Wadud Ramli dalam pertandingan sepak bola kualifikasi AFC U-19 Championship di Paju, Korea, 31 Oktober 2017. Gol Indonesia dicetak oleh Rafli pada menit ke-12. AFP

    Kekalahan Timnas Indonesia U-19 di ajang Piala AFF U-18 membuat nama Saddil Ramdani tercoreng. Pemain Persela Lamongan itu sempat mendapatkan cemoohan dari masyarakat karena dituding sebagai biang kekalahan Timnas Indonesia melaju ke babak final.

    Pasalnya Saddil mendapat kartu merah pada akhir babak pertama laga semi final melawan Thailand. Sepanjang babak kedua, Skuad Garuda Muda pun harus bermain dengan 10 orang dan harus kalah lewat adu tendangan pinalti.

    4. Andri Syahputra

    Pemain muda Indonesia yang kini berlaga di Qatar, Andri Syahputra. Ia menolak panggilan Timnas U-19 dan dikabarkan sudah bermain untuk tim Qatar. (instagram/andri010)

    Pemain Indonesia yang kini bermain di Qatar ini sempat memicu polemik. Andri Syahputra sempat menolak panggilan PSSI untuk menjalani seleksi Timnas Indonesia U-19.

    Saat itu Andri beralasan lebih mengutamakan studinya di Qatar. Namun belakangan dia diketahui membela Timnas Qatar U-19 dalam sejumlah laga uji coba.

    Sikap Andri itu sempat menyulut amarah pecinta sepak bola tanah air. Akun media sosial Instagramnya sempat diisi oleh caci makin suporter timnas yang menuding dia tak memiliki rasa nasionalisme.

    5. Hamsa Lestaluhu

    Timnas Indonesia U-16 juga tak mau kalah dalam hal mencetak bintang muda. Pada Juni 2017, skuad asuhan Fachri Husaini mampu menjuarai turnamen Tien Phong Plastic Cup di Da Nang, Vietnam.

    Keberhasilan Timnas Indonesia U-16 itu juga ditandai dengan terpilihnya gelandang Hamsa Lestaluhu sebagai pemain terbaik pada laga itu. Meskipun hanya mencetak 2 gol pada ajang tersebut, Hamsa dinilai berpengaruh besar terhadap permainan Timnas Indonesia U-16.

    Sayangnya Hamsa harus absen pada ajang Piala AFF U-15 sebulan berselang. Cedera menghinggapi Hamsa saat menjalani laga uji coba sehingga dia tak ikut rombongan berangkat ke Thailand.

    6. Rendy Juliansyah

    Penyerang timnas Indonesia U-16 Rendy Juliansyah (9) berduel dengan pemain belakang timnas Filipina U-16 Basmayor Juan Miguel (3) saat laga persahabatan internasional di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, 21 Mei 2017. Timnas U16 merupakan hasil asuhan pelatih Fahkri Husaini. TEMPO/Pius Erlangga

    Turnamen Thien Phong Plastic Cup juga mencuatkan nama Rendy Juliansyah. Pemain asal Jakarta itu meraih gelar pencetak gol terbanyak dengan 7 gol.

    Meskipun demikian, sinar Rendy tampak redup pada Piala AFF U-15. Dia hanya mencetak 1 gol dalam 5 laga babak penyisihan Grup A. Timnas Indonesia pun hanya meraih 1 kemenangan, 1 kali imbang dan 3 kekalahan sehingga gagal melaju ke babak berikutnya.

    7. Sutan Diego Zico

    Pemain Timnas Indonesia U-16, Sutan Diego Armando Ondriano Zico. (pssi.org)

    Pada September lalu, Timnas Indonesia U-16 yang berlaga di kualifikasi Piala Asia U-16 kembali melahirkan idola baru, Sutan Diego Zico. Tak bergabung bersama Timnas Indonesia U-16 di ajang sebelumnya, Zico justru mencuri perhatian pada ajang kualifikasi Piala Asia U-16.

    Pada laga pertama Timnas Indonesia U-16 melawan Kepulauan Mariana Utara, Zico langsung tampil trengginas dengan menyumbangkan 5 gol. Dia juga mencetak hat-trick ke gawang Timor Leste pada laga selanjutnya dan terakhir mencetak dua gol ke gawang Laos.

    Dengan torehan 10 gol, Zico berhak menyandang gelar sebagai pencetak gol terbanyak fase kualifikasi Piala Asia U-16. Timnas Indonesia U-16 pun berhak mengantongi tiket ke putaran final yang berlangsung di Malaysia tahun depan.

    8. Ilija Spasojevic

    Pemain Timnas Indonesia, Ilija Spasojevic. (pssi.org)

    Penyerang Bhayangkara FC, Ilija Spasojevic, secara resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Oktober lalu. Pemain berdarah Montenegero itu pun menambah deretan pemain naturalisasi di Timnas Indonesia senior.

    Dia menyusul, Irfan Bachdim, Stefano Lillipaly dan sejumlah nama lainnya yang sudah lebih dahulu berseragam Garuda. Sebulan berselang Spaso pun langsung mendapatkan kesempatan pertamanya bermain untuk Timnas Indonesia.

    Pada laga melawan Suriah Spaso menjalani debutnya namun dia masih belum menciptakan gol pertamanya untuk Skuad Garuda. Pemain yang kini berseragam Bali United itu baru mencetak gol perdana untuk Timnas Indonesia beberapa hari berselang. Laga melawan Guyana menjadi petanda Spaso bakal menjadi mesin gol baru skuad asuhan Luis Milla.

    BERBAGAI SUMBER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.