Eks Gelandang Arsenal Ragu Duet Wilshere-Xhaka Bisa Redam Chelsea

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Chelsea Willian, berduel dengan pemain Arsenal Nacho Monreal dan Granit Xhaka pada pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, London, 17 September 2017. Action Images via Reuters/John Sibley

    Gelandang Chelsea Willian, berduel dengan pemain Arsenal Nacho Monreal dan Granit Xhaka pada pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, London, 17 September 2017. Action Images via Reuters/John Sibley

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang legendaris Arsenal, Emmanuel Petit, meragukan kapasitas duet gelandang Arsenal, Jack Wilshere dan Granit Xhaka, menjelang derby London melawan Chelsea, Kamis dinihari nanti, 4 Januari 2018. Dia tak yakin kombinasi kedua pemain itu bisa meredam lini serang Chelsea, yang sedang dalam performa terbaiknya.

    Petit menilai duet Xhaka dan Wilshere terlalu bernafsu maju ke depan membantu lini serang. Hal itu bisa menjadi masalah karena lini belakang mereka akan kesulitan jika harus langsung berhadapan dengan pemain-pemain seperti Eden Hazard, Willian, Alvaro Morata, atau Pedro Rodriguez.

    "Jack memiliki kemampuan lebih dari apa yang telah dia tunjukkan di masa lalu. Namun saya tak yakin dengan kerja samanya bersama Granit Xhaka," ujar Petit.

    "Jack selalu fokus maju ke depan, mencetak gol, membuat umpan untuk rekan satu timnya. Jadi keseimbangan tim tak tercipta untuk Arsenal, dan hal itu telah terjadi beberapa lama," tuturnya.

    Petit menilai Arsenal membutuhkan seorang gelandang bertahan yang kuat untuk membuat Wilshere merasa aman ketika maju. Dia tak yakin Xhaka bisa memberikan rasa aman itu.

    "Wilshere bisa meningkatkan performanya. Namun dia butuh pemain yang membuatnya percaya diri, dan saya tidak yakin Xhaka memiliki itu saat ini," kata Petit.

    Dia pun menyarankan Arsenal memainkan dua gelandang bertahan murni pada laga dinihari nanti. Menurut dia, dengan dua gelandang bertahan, lini belakang The Gunners akan lebih terlindungi.

    "Jika Anda memiliki dua gelandang bertahan, Anda bisa bermain lebih agresif dan mencoba memenangi bola pantulan. Dengan begitu, pertahanan Anda akan lebih terlindungi."

    "Tentu saja Anda bisa meminta Alex Lacazette, atau penyerang tengah untuk fokus menekan dari lapangan permainan lawan dan menjadi lini terdepan pertahanan. Namun, bagi saya, elemen kunci untuk melindungi di belakang Anda adalah gelandang bertahan,” ucapnya.

    Arsenal memang kembali mendapat kepercayaan dari Arsene Wenger menyusul cederanya Aaron Ramsey. Dia telah bermain penuh dalam enam dari tujuh laga terakhir Arsenal di Liga Inggris. Hasilnya, dari tujuh laga itu, Arsenal hanya mampu meraih dua kemenangan. Mereka harus puas dengan empat hasil imbang dan satu kekalahan.

    Masalah di lini tengah dan lini belakang itu harus dipecahkan Arsenal untuk laga dinihari nanti. Jika tidak, bukan tak mungkin Chelsea yang telah mencetak 13 gol dalam enam laga terakhir akan dapat meraih angka penuh.

    METRO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.