Persib Vs Sriwijaya FC, Laga Emosional bagi Makan Konate

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Sriwijaya FC Makan Konate (kiri) mengikuti latihan perdananya bersama Sriwijaya FC di Stadion Madya Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, 8 Desember 2017. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Pesepak bola Sriwijaya FC Makan Konate (kiri) mengikuti latihan perdananya bersama Sriwijaya FC di Stadion Madya Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, 8 Desember 2017. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Bandung - Gelandang baru Sriwijaya FC, Makan Konate, mengaku senang karena akhirnya bisa kembali ke Bandung. Meskipun kini dia tak berseragam Persib Bandung, bahkan berstatus sebagai lawan Persib dalam laga pembuka Piala Presiden Selasa sore ini, Konate tetap hormat dengan tim kebanggaan warga Jawa Barat itu.

    "Saya kembali ke Bandung, senang sekali datang ke sini. Bandung punya banyak kenangan. Momen paling diingat di Bandung adalah Bobotoh," ujar Konate di Bandung, Senin, 15 Januari 2018.

    Sebelumnya, Konate sukses membawa Persib menjadi kampiun Indonesia Super League 2013/2014. Kala itu, pemain asal Mali tersebut membantu menyudahi dahaga Maung Bandung—julukan Persib—yang puasa gelar juara selama 19 tahun.

    Kini, Konate datang dengan berseragam Sriwijaya, yang akan jadi lawan Persib di stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa, 16 Januari 2018. Tak sedikit Bobotoh yang mengeluhkan keputusan Konate memilih memperkuat Sriwijaya FC setelah bermain di Malaysia.

    Pemain 26 tahun itu menganggap wajar sikap Bobotoh itu. "Itu tidak ada masalah. Ada yang suka dan ada yang enggak suka. Mereka (Bobotoh) bicara (jelek) ke saya, tapi mental saya sudah kuat dan profesional. Secara pribadi, saya hormat dan cinta Bobotoh. Tapi kalau mereka bicara jelek, aku pikir tak ada masalah," katanya.

    Soal kekuatan Maung Bandung, Konate mengaku tidak terlalu tahu mengenai perkembangan Persib saat ini. "Saya enggak melihat perkembangan Persib sekarang. Saya tahu Persib banyak pemain baru, banyak pemain keluar-masuk. Saya belum tahu persis, tapi Persib tim besar dan kuat," ucapnya.

    Pelatih kepala Sriwijaya, Rahmad Darmawan, mengatakan paham betul dengan kemampuan Konate. Meskipun Konate lama memperkuat Persib, Rahmad percaya bahwa Konate tetap profesional.

    "Ini sepak bola profesional, ini fakta yang akan terjadi pada setiap pemain atau pelatih. Kadang kita harus menghadapi satu tim yang sangat kita cintai, bahkan kita kadang harus berkelahi dengan adik atau kakak di dalam satu warna kaus yang berbeda. Ini wajar," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.