Piala Presiden 2018: PSM Turunkan Pemain Muda Lawan Sriwijaya

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain baru PSM Makassar Guy Junior saat mengikuti pemusatan latihan di Lapangan Samudra, Kuta, Bali, Minggu, 14 Januari 2018. Tempo/Bram Setiawan

    Pemain baru PSM Makassar Guy Junior saat mengikuti pemusatan latihan di Lapangan Samudra, Kuta, Bali, Minggu, 14 Januari 2018. Tempo/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Makassar - Skuad PSM Makassar melakoni laga kedua Piala Presiden di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Ahad, 21 Januari 2018. Kali ini tim berjuluk Ayam Jantan dari Timur itu menantang Sriwijaya FC.

    Pelatih tim Juku Eja, Robert Rene Alberts, mengungkapkan pertandingan kedua nanti akan berlangsung menarik. Sebab ia bakal menurunkan pemain muda berusia 19 dan 21 tahun. “Mayoritas pemain 19 tahun yang kita turunkan,” ucap Robert, Jumat, 19 Januari.

    Robet mengatakan, ia memboyong pemain muda karena ingin mengembangkan bakat mereka. “Kita simpan pemain saja, fokus turnamen di Makassar,” ujar pria asal Belanda ini.

    Menurut Robert, turnamen yang digelar di Makassar lebih penting karena untuk mencari komposisi pemain menghadapi Liga 1. Sehingga hasil akhir dalam turnamen pra musim PSM Supercup Asia bukan segala-galanya. “Bukan semata-mata hasil pertandingan, tapi untuk mengembangkan pemain,” urai eks pelatih Arema FC ini.

    Robert belum menemukan pola terbaik. Apalagi dengan hengkangnya Titus Bonai dari PSM Makassar. Sehingga pelatih harus mencari penggantinya.

    Direktur Utama PSM Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan adalah mencari pengganti Tibo. Sebab pelatih masih membentuk kerangka tim. “Masih ada beberapa pemain yang dibutuhkan. Kita masih mencari,” ucap Munafri.

    PSM Makassar telah melakoni laga perdana Grup A Piala Presiden 2018. Namun tim asuhan Robert kalah tipis 2-1 atas PSMS Medan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.