Piala Presiden, Hari Ini Bali United dan Persija Berebut Tiket

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persija Jakarta, Marko Simic (kiri), melakukan selebrasi bersma dua reakn setimnya. ANTARA/Saiful Bahri

    Pemain Persija Jakarta, Marko Simic (kiri), melakukan selebrasi bersma dua reakn setimnya. ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.CO, Kuta - Persija Jakarta dan Bali United akan berebut tiket ke babak perempat final Piala Presiden 2018 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin, 29 Januari 2018. Pemenang dalam laga ini dapat dipastikan lolos ke babak berikutnya.

    Tim inti Bali United telah kembali dari Thailand setelah meladeni Chiangrai United. Setelah kalah dari Chiangrai United 1-2, Bali United ingin merebut kemenangan pada pertandingan akhir Grup D Piala Presiden menghadapi Persija Jakarta.

    "Melawan Persija, kami tidak mau kehilangan poin di sini (Bali). Kami berusaha sekuat tenaga untuk memenangi pertandingan," kata pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro, di Kuta, Sabtu lalu.

    Menurut Widodo, saat ini dia belum bisa menentukan susunan skuad yang akan diturunkan untuk menghadapi Persija. "Lihat kondisi (pemain) sampai besok. Kami punya skema dengan gaya bermain kami," ucapnya.

    Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco, menginginkan skuad asuhannya lolos babak penyisihan. "Pasti semua yang bermain sepak bola ingin menang. Kami mau lolos nomor (peringkat) 1, bagus," ujarnya.

    Meskipun skuad inti Bali United kemungkinan diturunkan, Teco tidak ingin terlalu memikirkan tim lawan. "Kami ingin bekerja keras. Bali jadi tuan rumah pasti stadion penuh, semangat tinggi," tuturnya.

    Saat ini, Bali United dan Persija mengantongi 6 poin dari dua pertandingan di Grup D. Persija berada di peringkat puncak, sedangkan Bali United di posisi kedua. Adapun Borneo FC dan PSPS Riau dipastikan tidak lolos babak penyisihan Piala Presiden 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?