Selasa, 23 Oktober 2018

7 Kali Beruntun Gagal Menang, Apa yang Salah dengan Inter Milan?

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Inter Milan. REUTERS/Massimo Pinca

    Pemain Inter Milan. REUTERS/Massimo Pinca

    TEMPO.CO, JakartaInter Milan tengah menjalani periode muram dalam Liga Italia. Hasil seri 1-1 di kandang SPAL, Ahad malam, jadi yang keempat diraih secara beruntun. Mereka gagal menang tujuh pertandingan terakhirnya dalam berbagai kompetisi.

    Karena hasil itu, Inter kini hanya menempati posisi keempat dengan nilai 44 dari 22 laga. Mereka tertinggal 13 poin dari Napoli di puncak klasemen.

    Lantas, apa yang salah dengan Inter? Pelatih Luciano Spalletti menyatakan kelemahan Inter terlihat saat ditahan SPAL.

    "Selalu hal yang sama. Saya tak melihat ada perkembangan," kata mantan pelatih AS Roma ini. "Bahkan, ketika kami memenangkan pertandingan, kami masih kehilangan bola-bola mudah dan terkadang tak berjuang."

    Saat melawan SPAL di Stadio Paolo Mazza, gol bunuh diri Francesco Vicari pada menit ke-48 membawa Nerazzurri unggul lebih dahulu. Namun kemenangan itu sirna setelah Alberto Paloschi mencetak gol saat injury time.

    Spalletti menilai cara timnya kebobolan pada menit akhir patut disayangkan. "Rasa pahitnya seperti bertahan di mulut Anda. Anda bekerja lebih keras, tapi tak ada perubahan," ujarnya.

    Sedangkan, bek Inter, Danilo D’Ambrosio, mengatakan ia dan kawan-kawan tak akan menyerah serta bertekad meraih hasil lebih baik dalam laga-laga berikutnya.

    "Ini sebuah momen negatif, tapi zona Liga Champions masih dalam jangkauan kami dan kami tak boleh menyerah," tuturnya. "Kami harus berjuang untuk setiap bola dan kami gagal melakukannya hari ini."

    Dalam laga berikutnya, 4 Februari 2018, Inter Milan akan menjamu Crotone.

    FOOTBALL ITALIA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.