Laporte Datang, Bek Manchester City Ini Ingin Hengkang

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angel Di Maria menendang bola saat dihadang pemain Athletic Bilbao Aymeric Laporte saat berlaga di la Liga Spanyol di stadion Santiago Bernabeu di madrid, Spanyol, (1/9). (AP Photo/Daniel Ochoa de Olza)

    Angel Di Maria menendang bola saat dihadang pemain Athletic Bilbao Aymeric Laporte saat berlaga di la Liga Spanyol di stadion Santiago Bernabeu di madrid, Spanyol, (1/9). (AP Photo/Daniel Ochoa de Olza)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedatangan Aymeric Laporte membuat persaingan di lini belakang Manchester City semakin ketat. The Citizens, yang terbiasa menggunakan skema dua bek tengah, kini setidaknya memiliki lima pemain di posisi itu.

    Kondisi tersebut membuat bek Eliaquim Mangala dikabarkan gerah. Mangala yang terus menjadi cadangan dari duet John Stones dan Nicholas Otamendi disebut laman Manchester Evening News meminta Manchester City agar meminjamkannya hingga akhir musim ini. Selain mereka, Manchester City masih memiliki Vincent Kompany yang terus mengalami cedera.

    Kabar lain menyebutkan Newcastle United siap menampung bek berusia 26 tahun tersebut. Namun Newcastle tak mau menanggung beban gaji Mangala sebesar 80 ribu pound sterling atau sekitar Rp 1,6 miliar per pekan.

    Bukan kali ini saja Mangala kalah bersaing meraih tempat utama di skuad Manchester City. Pemain asal Prancis itu musim lalu sempat dipinjamkan ke Valencia.

    Laporte sendiri saat ini sedang menjalani tes medis bersama Manchester City. Bek berusia 23 tahun itu diboyong dari Athletic Bilbao dengan nilai 57 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,15 triliun.

    Laporte disebut merupakan incaran Pep Guardiola sejak pertama kali dia mendarat di Manchester City pada musim lalu. Namun, saat itu, Bilbao enggan menjualnya. Manchester City pun akhirnya membeli John Stones dari Everton.

    MANCHESTER EVENING NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.