Kenapa Manchester City Rela Bayar Mahal Aymeric Laporte?

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester City, Aymeric Laporte. (twitter/@mancity)

    Pemain Manchester City, Aymeric Laporte. (twitter/@mancity)

    TEMPO.CO, Jakarta - Transfer Aymeric Laporte dari Athletic Bilbao ke Manchester City membuat bursa transfer Januari semakin ramai. Bagaimana tidak, bek 23 tahun itu diboyong dengan banderol 57 juta pound sterling atau sekitar Rp 1 triliun.

    Laporte secara mengejutkan berhasil menjadi pemain termahal Manchester City. Dia juga menjadi bek kedua termahal di dunia di bawah Virgil van Dijk, yang diboyong Liverpool dari Southampton dengan mahar mencapai 75 juta pound sterling pada awal bulan lalu.

    Mahar tinggi Laporte tersebut lantas menjadi sorotan karena si pemain jelas belum memiliki pengalaman merumput di Liga Inggris. Atmosfir yang berbeda dengan Spanyol, gaya permainan yang lebih keras, dan faktor cuaca yang lebih dingin bisa membuat pemain asal Prancis tersebut dianggap tak akan meraih sukses.

    Lantas, kenapa Manchester City rela merogoh kocek semahal itu untuk memboyong bek asli binaan Athletic Bilbao tersebut?

    Jawabannya ada pada Pep Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu kabarnya telah mengincar Laporte sejak pertama kali menapakkan kaki di Etihad Stadium, markas Manchester City. Saat itu, agenda pembenahan lini belakang memang menjadi prioritas Pep mengingat sejumlah pemain Manchester City sudah termakan usia.

    Selain itu, Pep menilai para pemain belakang Manchester City tak akan cocok dengan gaya permainan tiki-taka yang akan dia terapkan. Sulitnya menerapkan permainan ala Pep bahkan diakui bek senior Manchester City, Vincent Kompany.

    "Sangat sulit menjadi pemain bertahan yang baik jika tim bermain dengan pressing dan lini pertahanan yang tinggi. Saat bersamaan, Anda harus memenangi duel penyerang bertubuh besar dengan pola permainan lawan yang mengandalkan bola panjang langsung ke jantung pertahanan," ujar Kompany.

    Laporte dianggap memiliki karakter yang diinginkan Pep, seperti diucapkan Kompany. Memiliki tinggi 1,91 meter, Laporte dianggap dapat menambal masalah tinggi tubuh yang dimiliki Nicolas Otamendi. Selain itu, dia dianggap memiliki kecepatan, yang merupakan kelemahan utama John Stones.

    Pemain yang belum pernah memperkuat tim tasional Prancis tersebut juga dianggap sebagai sosok bek ideal karena memiliki ketenangan saat mendapatkan tekanan dari lawan ketika menguasai bola.

    Satu hal lain yang menjadi nilai plus Laporte adalah dia memiliki akurasi umpan panjang yang cukup baik. Hal itu akan sangat berguna bagi Manchester City ketika membangun serangan balik cepat.

    Meskipun demikian, Laporte diragukan akan langsung bermain saat Manchester City menjamu West Bromwich Albion, Kamis dinihari, 1 Februari 2018. Media Manchester Evening News menilai dia masih harus beradaptasi dengan rekan-rekannya dan pola permainan Pep.

    Kemungkinan paling cepat Laporte menjalani debutnya adalah pada akhir pekan nanti, ketika Manchester City menyambangi markas Burnley.

    MANCHESTER EVENING NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.