Piala Presiden 2018: Jalur Bonek dan Aremania ke Solo Dipisah

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan suporter Persebaya Surabaya, Bonek, tiba di Stasiun Senen, Jakarta, 2 Agustus 2016. Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta negara dan PSSI mengakui Persebaya Surabaya. ANTARA/Reno Esnir

    Ratusan suporter Persebaya Surabaya, Bonek, tiba di Stasiun Senen, Jakarta, 2 Agustus 2016. Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta negara dan PSSI mengakui Persebaya Surabaya. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Solo - Guna mencegah terjadinya persinggungan antara suporter Persebaya dan Arema dalam perjalanan menuju Stadion Manahan Solo, Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saling berkoordinasi untuk memisahkan jalur keberangkatan rombongan kedua suporter tersebut di Piala Presiden 2018.
     
    "Bonek (suporter Persebaya) lewatnya jalur Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto-Madiun-Sragen-Solo," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono seusai memimpin rapat koordinasi pengamanan babak perempat Piala Presiden 2018 di Markas Kepolisian Resor Kota Surakarta pada Jumat sore, 2 Februari 2018.
     
    Sedangkan rombongan Aremania (suporter Arema), Condro mengatakan, akan dikawal melintasi jalur Malang-Ponorogo-Wonogiri-Sukoharjo-Solo. Pemisahan jalur untuk dua suporter yang selama ini dikenal sebagai musuh bebuyutan itu juga berlaku saat proses pemulangan mereka dari Solo ke Jawa Timur.
     
    Untuk menampung suporter yang diprediksi membludak selama berlangsungnya pertandingan Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan Solo pada Sabtu dan Ahad, 3-4 Februari 2018, Condro berujar, suporter yang baru datang akan ditampung dulu di velodrome (di sisi barat stadion) sebelum pintu stadion dibuka.
     
    Di luar stadion, Condro menambahkan, pihak panitia Piala Presiden 2018 juga menyediakan sejumlah layar lebar yang akan menayangkan pertandingan secara langsung bagi suporter yang tidak kebagian tiket. Condro juga mengimbau para suporter agar tidak membawa benda-benda terlarang seperti mercon dan flare. Sebab, proses sterilisasi di empat pintu masuk stadion juga melibatkan anjing pelacak. 
     
    "Selain bisa merugikan tim yang didukung, suporter yang membawa benda terlarang juga akan rugi sendiri karena tidak bisa masuk dan harus berurusan dengan polisi," kata Condro. 
     
    Untuk mencegah rombongan suporter yang sudah tiba di Solo sejak Jumat agar tidak tidur di pinggir-pinggir jalan, polisi juga telah memasang tenda-tenda di sekitar velodrome Manahan. 
     
    Kepala Kepolisian Resor Klaten Ajun Komisaris Besar Juli Agung Pramono, menambahkan seluruh armada yang mengangkut suporter juga akan dikawal masing-masing dua anggota polisi.
     
    "Jadi selain dikawal dari depan dan belakang, di dalam bus juga dikawal. Sehingga tidak ada kesempatan turun di tengah perjalanan untuk melakukan tindak pidana. Begitu juga di kereta, tiap gerbong ada dua anggota yang mengawal," kata Juli di Mapolres Surakarta. Adapun suporter besar yang diperkirakan hadir di Solo memang Bonek dan Aremania.
     
    DINDA LEO LISTY

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.