Piala Presiden 2018: Arema FC Optimistis Bisa Jadi Juara Lagi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arema FC, Thiago Furtuoso. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Pemain Arema FC, Thiago Furtuoso. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, SOLO - Pelatih Arema FC, Joko Susilo, optimistis timnya bakal kembali menjuarai Piala Presiden seperti tahun lalu. "Kami tidak percaya dengan mitos yang berkembang itu. Bagi kami, kerja keras adalah kunci," kata Joko saat konferensi pers di Hotel Alana, Solo, pada Sabtu, 3 Februari 2018.

    Dalam babak perempat final Piala Presiden 2018, Arema akan bertanding melawan Sriwijaya FC di Stadion Manahan, Solo, pada Ahad, 4 Februari 2018, pukul 19.30 WIB.

    Mitos yang disebut Joko berawal dari pertanyaan salah satu wartawan yang meminta tanggapan dia ihwal maraknya anggapan di sebagian kalangan pecinta sepak bola bahwa tim yang sudah menjuarai Piala Presiden tidak akan dapat memenangi liga Indonesia pada tahun yang sama.

    Seperti diketahui, setelah menjuarai Piala Presiden 2017, Arema gagal memenangi Liga 1 Indonesia 2017 seusai dipaksa bertekuk lutut oleh Bhayangkara FC. "Kami akan bekerja keras untuk menepis anggapan itu. Karena selain ingin meraih Piala Presiden 2018, kami ingin menjuarai Liga 1 musim 2018," kata Joko.

    Menurut pemain Arema, Bagas Adi Nugroho, Sriwijaya FC adalah salah satu tim yang berkualitas. Kendati demikian, Bagas mengatakan Arema sudah menyiapkan taktik jitu untuk meredam gempuran tim besutan Rahmad Darmawan itu. "Kami siap bertanding dan siap menang," kata Bagas.

    Sedangkan pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, mengatakan pada Piala Presiden ini timnya tak gentar dengan popularitas Arema yang memiliki segudang pemain militan. "Saya tahu Arema adalah tim yang kuat karena saya pernah melatih mereka pada 2013. Tapi dalam pertandingan, tiap tim punya kans yang sama selama berjuang dengan keras," kata Rahmad.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.