Reaksi Madura United Setelah Kembali Dikandaskan Wawan Hendrawan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bali United, Martinus Novianto (tengah) berselebrasi dengan rekan-rekannya setelah menjebol gawang PSPS Riau dalam laga Grup D Piala Presiden 2018 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 24 Januari 2018. Bali United berhasil mengalahkan tim asal Riau itu dengan skor 3-2. Johannes P. Christo

    Pemain Bali United, Martinus Novianto (tengah) berselebrasi dengan rekan-rekannya setelah menjebol gawang PSPS Riau dalam laga Grup D Piala Presiden 2018 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 24 Januari 2018. Bali United berhasil mengalahkan tim asal Riau itu dengan skor 3-2. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Solo - Dua kali berlaga di babak perempat final Piala Presiden, dua kali pula Madura United tersingkir karena kalah adu penalti. Sosok yang membuat tim itu gagal dalam kedua kesempatna itu sama: kiper gaek Wawan Hendrawan.

    Wawan jadi kunci keberhasilan Bali United lolos ke semifinal Piala Presiden. Saat adu penalti dilakukan dalam laga di Stadion Manahan Solo, Sabtu, 3 Februar 2018, ia berhasil membendung tendangan Marcel Sacramento. 

     
    Pelatih Madura United Gomes de Olivera mengatakan timnya bermain dengan sangat baik selama melawan Bali United di babak seperempat final Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan Solo pada Sabtu malam, 3 Februari 2018. "Sejak awal saya sudah merasa bakal menang," kata Gomes.

    Kiper Bali United, Wawan Hendrawan. (Baliutd.com)

     
    Skor imbang 2 - 2 hingga akhir babak kedua memaksa Madura United dan Bali United harus adu penalti. Perlu diketahui, pada babak seperempat final Piala Presiden 2017 di Stadion Manahan Solo, Madura United dikalahkan Mitra Kukar saat adu penalti. Kala itu, Wawan Hermawan jadi andalan Mitra Kukar.
     
    Kini pengalaman pahit itu terulang. Para pemain Madura FC kembali berhadapan dengan Wawan Hendrawan yang tahun lalu direkrut menjadi kiper Bali United tanpa melalui proses seleksi. Hasilnya, Madura FC kembali gagal meraih tiket ke babak semi final karena kalah adu pinalti dengan skor 4 - 5.
     
    Begitu peluit tanda kemenangan Bali United ditiup, Wawan Hendrawan mengulang selebrasi yang sama saat mengalahkan Madura United pada Piala Presiden 2017, yakni memanjat gawang dan menggelantung dengan kepala di bawah. Karena salah satu kaki Hendrawan tersangkut jaring, sejumlah rekan setimnya pun berdatangan untuk membantu dia turun.
     
    Menurut Gomes, tidak ada yang salah dengan Madura United. Sejak awal pertandingan hingga adu penalti, para pemainnya bermain maksimal. "Kalau mau disalahkan ya kiper mereka (Wawan Hendrawan, Bali United). Bukan Marcel yang jelek, kiper yang block (padahal tendangan penalti Marcel) pojok sekali. Kipernya luar biasa itu," kata Gomes sambil menggeleng-gelengkan kepala.
     
    Sebagai penendang urutan kedua, Marcel Sacramento gagal menyumbang skor untuk Madura United karena Wawan Hendrawan berhasil menepis bolanya yang melesat ke pojok tiang mistar. "Soal adu penalti tadi, mungkin bukan rezeki untuk Madura United. Sudah dua kali di Solo, Madura United tidak berhasil," kata kiper Madura United, Angga Saputra.
     
    Menanggapi kemenangan timnya, pelatih Bali United Hans Peter Schaller sangat berbahagia bisa menyingkirkan Madura United. "Secara keseluruhan, kedua tim sama-sama bermain bagus dan maksimal. Kalau soal adu pinalti, dalam sepak bola itu fifty-fifty," kata Hans.
     
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.