Watford Vs Chelsea: Conte Kemungkinan Dipecat jika Kalah

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pelatih Chelsea Antonio Conte, bersama anak asuhnya setelah mengalahkan Crystal Palace 1-0 pada pertandingan Liga Inggris di Selhurst Park, 17 Desember 2016. AP/Matt Dunham

    Ekspresi pelatih Chelsea Antonio Conte, bersama anak asuhnya setelah mengalahkan Crystal Palace 1-0 pada pertandingan Liga Inggris di Selhurst Park, 17 Desember 2016. AP/Matt Dunham

    TEMPO.CO, JakartaAntonio Conte mempertaruhkan jabatannya sebagai Manajer Chelsea pada pertandingan melawan Watford di Stadion Vicarage Road, Selasa dinihari nanti, 6 Februari 2018.

    Direksi Chelsea dikabarkan akan mempertimbangkan pemecatan Conte jika klub berjuluk The Blues itu kalah lagi secara beruntun di Liga Inggris pada Selasa dinihari nanti di kandang Watford.

    Sebagai juara bertahan, Chelsea saat kini ketinggalan 21 poin dari Manchester City, yang ada di puncak klasemen pada 13 pertandingan tersisa. Pada babak 16 besar Liga Champions Eropa, Chelsea harus berhadapan dengan klub raksasa Barcelona. Jadi, secara perhitungan di atas kertas, berat bagi Chelsea untuk bisa menang.

    Sedangkan pada semifinal Piala Liga Inggris, Chelsea sudah kalah dari Arsenal. Conte terus mengkritik kebijakan transfer pemain The Blues sejak ia pindah ke Stamford Bridge 2016. Pemilik klub, Roman Abramovich, dikabarkan sudah menghubungi Luis Enrique untuk menggantikan Conte.

    Karena itu, Conte perlu memberikan sesuatu yang baru dalam permainan Chelsea. Hal itu lebih baik daripada Conte sibuk bicara soal dukungan komitmen timnya menjelang tampil di kandang Watford pada Selasa dinihari nanti.

    Kontraknya di Chelsea tinggal 18 bulan dan spekulasi pemecatannya terus berkembang setelah The Blues tampil mengecewakan dalam Liga Inggris musim ini. “Saya ingin ada sebuah pernyataan (dari kubu Chelsea) untuk melawan spekulasi tersebut,” kata pelatih asal Italia berusia 46 tahun itu, seperti dikutip BBC, Senin, 5 Februari 2018.

    Setelah membawa Chelsea menjadi juara Liga Primer dalam debut kepelatihannya di Liga Inggris pada musim 2016-2017, pola permainan The Blues sudah dihafal lawan-lawannya. Gaya main Chelsea sudah bisa ditebak para pesaingnya.

    Pada musim lalu, strategi pemakaian hanya tiga bek, dengan mendorong para pemain lain lebih memperketat lini tengah, permainan Chelsea mengejutkan para musuhnya. Ketika lawan lagi terhenyak, pasukan Conte bergerak cepat untuk meruntuhkan pesaingnya satu demi satu.

    Satu lagi yang menarik dari penampilan Chelsea musim lalu adalah peranan yang menonjol dari pemain asal Prancis, yang menjadi jangkar di lini tengah, N’Golo Kante. Ia menjadi semacam filter di tengah buat musuh yang ingin menerobos masuk. Sebaliknya, ia kerap menjadi awal serangan mendadak The Blues.

    Namun pada musim ini entah mengapa peran Kante terkesan tak sekuat musim lalu. Kamis, 2 Februari 2018, Chelsea begitu mudah diterobos Bournemouth di Stamford Bridge sehingga The Blues dirontokkan 3-0.

    Di lini depan, penyerang Spanyol, Alvaro Moratta, tidak segalak dan senakal seniornya, Diego Costa, yang dibuang Conte karena ketidakcocokan pribadi atau ketaksabarannya dalam menangani pemain Spanyol berdarah Brasil itu.

    Dinihari nanti di kandang Watford, Conte mungkin bisa menurunkan penyerang kawakan pindahan dari Arsenal, Olivier Giroud, sebagai suatu tawaran hal baru dalam diri The Blues pada akhir musim ini.

    Kontrak Conte di Stamford Bridge tersisa 18 bulan. Di atas kertas, peluang Chelsea untuk mempertahankan gelar juara sangat berat. Mereka tinggal berharap bisa tetap finis di empat besar dan membuat kejutan besar dalam Liga Champions serta memenangi Piala Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).

    METRO | BBC | HARI PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.