Presiden La Liga Ancam Hukum Bek Barcelona, Gerard Pique

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bek Barcelona, Gerard Pique, melakukan selebrasi bersam rekan setimnya setelah mencetak gol ke gawang Espanyol dalam pertandingan Liga Spanyol di Stadion RCDE, Cornella Llobregat, 5 Februari 2018. AP

    Bek Barcelona, Gerard Pique, melakukan selebrasi bersam rekan setimnya setelah mencetak gol ke gawang Espanyol dalam pertandingan Liga Spanyol di Stadion RCDE, Cornella Llobregat, 5 Februari 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden La Liga Javier Tebas menilai selebrasi gol yang dilakukan bek Barcelona, Gerard Pique, pada laga melawan Espanyol akhir pekan lalu berlebihan. Dia pun menyatakan Komite Disiplin La Liga akan meninjau hal itu dan Pique akan mendapat hukuman jika selebrasi itu dinilai memprovokasi.

    "Komite akan melihat, apakah gerakan itu bisa mengakibatkan hukuman, tapi kami akan menyerahkannya kepada mereka untuk membuat keputusan," ujarnya. "Ada peraturan yang memungkinkan memberikan hukuman jika cara merayakan gol tersebut dinilai memprovokasi."

    "Kami harus menggarisbawahi fakta bahwa Espanyol bekerja baik dan hingga momen itu, gol Pique, tak ada satu pun hinaan kepada keluarga Pique. Itu yang kami khawatirkan," ucapnya. "Gerakan provokasi yang dia lakukan membuat suporter bereaksi dan mengeluarkan hinaan."

    "Selebrasi seperti itu sudah pernah dilakukan sebelumnya, tapi dalam beberapa kesempatan membuat kebencian yang menyebar. Kami harus menghindari selebrasi yang membuat orang menjadi tersakiti," kata Tebas.

    Pique menjadi pahlawan Barcelona pada laga melawan Espanyol. Dia mencetak gol balasan Barcelona yang sempat tertinggal 1-0 oleh tuan rumah. Setelah mencetak gol melalui sundulan, Pique memang sempat berlari ke belakang gawang Espanyol sambil menunjukkan gerakan agar suporter Espanyol tutup mulut.

    Dia sempat menjelaskan bahwa selebrasi tersebut dilakukan karena hinaan yang dilakukan suporter Espanyol kepada keluarganya.

    "Beberapa suporter telah secara jelas menghina saya dan keluarga saya sejak lama. Saya mengatakan kepada mereka secara umum untuk diam. Mungkin saya tak harus melakukan itu. Mungkin hal itu seharusnya diarahkan kepada klub atau pemiliknya yang tak melaporkan hinaan tersebut," ujarnya.

    "Mereka mengeluhkan soal saya dan akan melaporkan saya, tapi mereka tak menginvestigasi hinaan kepada keluarga saya. Itu yang namanya tak menghormati. Mengatakan kepada mereka untuk diam adalah hal terkecil yang bisa saya lakukan."

    Hasil imbang itu tak mempengaruhi posisi Barcelona di papan klasemen. La Blaugrana tetap kokoh di puncak dengan 58 angka atau unggul 9 angka atas saingan terdekatnya, Atletico Madrid.

    SPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.