Alexis Sanchez Divonis Penjara 16 Bulan, Bagaimana Nasibnya di MU

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alexis Sanchez pindah Manchester United setelah ditukar dengan Henrikh Mkhitaryan ke Arsenal. Sanchez akan mendapatkan gaji sebesar 14 juta atau setara Rp229 miliar per tahun dai Manchester United. Action Images via Reuters/Paul Childs

    Alexis Sanchez pindah Manchester United setelah ditukar dengan Henrikh Mkhitaryan ke Arsenal. Sanchez akan mendapatkan gaji sebesar 14 juta atau setara Rp229 miliar per tahun dai Manchester United. Action Images via Reuters/Paul Childs

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyerang anyar MU, Alexis Sanchez, dijatuhi hukuman penjara selama 16 bulan oleh Pengadilan Pajak Spanyol. Dia divonis bersalah karena telah melakukan penggelapan pajak pada periode 2013-2013 saat masih bermain untuk Barcelona.

    Sanchez dianggap secara meyakinkan telah menggelapkan pajak dari hasil penjualan hak citranya. Dia divonis harus membayar pajak plus denda sebesar 890 ribu pound sterling atau sekitar Rp 16,7 miliar.

    Sanchez sendiri tak hadir dalam sidang pembelaan dirinya 16 Januari 2017 lalu. Dia hanya melakukan pembelaan melalui sambungan video langsung dari London karena saat itu dia harus bermain untuk Arsenal.

    Meskipun membantah telah dengan sengaja menghindari pajak, Sanchez tetap menerima vonis tersebut. Dia disebut siap membayar kekurangan pembayaran pajak ditambah denda yang dijatuhkan kepadanya.

    Pengadilan Spanyol memberikan waktu dua tahun kepada Sanchez untuk membayar kekurangan pajak tersebut. Jika dalam kurun waktu dua tahun itu Sanchez tak juga melunasi pembayaran pajak plus denda tersebut, maka dia akan menghabiskan waktu 16 bulan dalam penjara.

    Artinya, Sanchez saat ini masih bisa terus membela MU sambil membayar denda plus pajak tersebut.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.